2B7K: PENCINTA SETIA
Aku tetap pencinta
Hingga ke hujung nyawa
Shaheen
01072013
Followers
Carian Dalam Blog Ini
Thursday, July 4, 2013
malam berpesan
malam berpesan
malam telah berpesan
berhati-hati dengan kegelapan
ada tangan-tangan berkeliaran
ada kaki-kaki kemabukan
ada mata-mata yang berpeleseran
ada kata-kata yang berbunuhan
dan syaitan pun mentertawakan...
CNM, 1/7/13, THMK.
malam telah berpesan
berhati-hati dengan kegelapan
ada tangan-tangan berkeliaran
ada kaki-kaki kemabukan
ada mata-mata yang berpeleseran
ada kata-kata yang berbunuhan
dan syaitan pun mentertawakan...
CNM, 1/7/13, THMK.
layan
layan
aku layankan
kelopak mata yang ingin bercumbu
sangat cemburui jemariku
yang ingin terus menari
beriramakan melodi puisi...
CNM
aku layankan
kelopak mata yang ingin bercumbu
sangat cemburui jemariku
yang ingin terus menari
beriramakan melodi puisi...
CNM
GURINDAM BUAT SUAMI
GURINDAM BUAT SUAMI
Wahai kanda belahan jiwa
Dinda merindu separuh nyawa
Duduk berdua saling ketawa
Di dalam mimpi terbawa-bawa
Jatuhkan sauh kapal berlabuh
Kanda mencari tempat berteduh
Tak lena kutidur hingga ke subuh
Getar hatiku bagai ditabuh
Bertahun sudah cinta bersemi
Hingga kini bergelar suami
Bersaksi indah langit dan bumi
Allah panjangkan jodoh kami
Duhai kandaku gugusan hati
Hidup bersama hingga ke mati
Janjiku janji yang pasti
Tak mungkin ada tukar ganti
Selangit kasih selaut sayang
Walau dekat terbayang-bayang
Rinduku pendam tak mungkin hilang
Di kala jauh terkenang-kenang
Cahaya Laila
1 july 2013
Wahai kanda belahan jiwa
Dinda merindu separuh nyawa
Duduk berdua saling ketawa
Di dalam mimpi terbawa-bawa
Jatuhkan sauh kapal berlabuh
Kanda mencari tempat berteduh
Tak lena kutidur hingga ke subuh
Getar hatiku bagai ditabuh
Bertahun sudah cinta bersemi
Hingga kini bergelar suami
Bersaksi indah langit dan bumi
Allah panjangkan jodoh kami
Duhai kandaku gugusan hati
Hidup bersama hingga ke mati
Janjiku janji yang pasti
Tak mungkin ada tukar ganti
Selangit kasih selaut sayang
Walau dekat terbayang-bayang
Rinduku pendam tak mungkin hilang
Di kala jauh terkenang-kenang
Cahaya Laila
1 july 2013
10pp: LALANG.
10pp: LALANG.
Lalang tetap bergoyang
walau cuba berdiri di belakang tiang
... membayangkan.
Sazalee Sulaiman ... 01/07/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
Lalang tetap bergoyang
walau cuba berdiri di belakang tiang
... membayangkan.
Sazalee Sulaiman ... 01/07/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
KEPOMPONG DI HATI.
KEPOMPONG DI HATI.
Air mata
tertumpah
bergenangan
di muara hati
tatkala membaca
luahan teman-teman
penuh berharap
penuh pengharapan
penuh impian
di dalam doa
di dalam kata
di dalam bicara
diluahkan
di dada maya.
Tersentuh jiwa
tidak terkata
hanya doa
hanya nasihat
tanpa jawapan
yang mampu
dikongsi
semoga kepompong
di hati mereka
terbuka
dalam menerima
nikmat dan zat
kasih Ilahi
tatkala bersabar menempuh dugaan.
Aku turut merasai getar di hatimu.
Sazalee Sulaiman ... 01/07/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
Air mata
tertumpah
bergenangan
di muara hati
tatkala membaca
luahan teman-teman
penuh berharap
penuh pengharapan
penuh impian
di dalam doa
di dalam kata
di dalam bicara
diluahkan
di dada maya.
Tersentuh jiwa
tidak terkata
hanya doa
hanya nasihat
tanpa jawapan
yang mampu
dikongsi
semoga kepompong
di hati mereka
terbuka
dalam menerima
nikmat dan zat
kasih Ilahi
tatkala bersabar menempuh dugaan.
Aku turut merasai getar di hatimu.
Sazalee Sulaiman ... 01/07/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
PERTEMBUNGAN DUA MUARA
PERTEMBUNGAN DUA MUARA
Tiada lagi jernih dalam sungai kuala
lumpur selut berkeladak
berselerat duri
jejaring janji merentangi langkah
tapak dijejak
manis merayu lunak
sarang-sarang tangan penentu
saat genting umpan madu
riuh murai lambung diri
bercerita sejarah kaki langit
tiang seri rumah budi
di sana lebai guru pondok
bermodal liur
mengupas buku
kisah langit perut bumi
akan indah taman syurgawi
akan ngeri cangkuk jambatan api
setelah kembali
andai bertembung dua muara
kuala bergelora
bahtera goyang penumpang cemas
juragan sukar kendali
karam pasti
yahyaisa
Segamat Johor
Tiada lagi jernih dalam sungai kuala
lumpur selut berkeladak
berselerat duri
jejaring janji merentangi langkah
tapak dijejak
manis merayu lunak
sarang-sarang tangan penentu
saat genting umpan madu
riuh murai lambung diri
bercerita sejarah kaki langit
tiang seri rumah budi
di sana lebai guru pondok
bermodal liur
mengupas buku
kisah langit perut bumi
akan indah taman syurgawi
akan ngeri cangkuk jambatan api
setelah kembali
andai bertembung dua muara
kuala bergelora
bahtera goyang penumpang cemas
juragan sukar kendali
karam pasti
yahyaisa
Segamat Johor
RAJUK
RAJUK
Rajuk
kupujuk sendiri
diamlah hati
tenanglah engkau
apa guna berhati walang
bukalah jendela kamarmu
pandanglah ke atas
ada pelangi di sana
melambai
mengajak untuk berpesta.
Pergilah hati
berdendanglah engkau bersama pelangi
aku akan tetap di sini
bukan menanti
sekadar memerhati
cintaku yang telah mati
dan telah bersemadi.
Qalam Bertinta
Klang
01072013
1741pm
Rajuk
kupujuk sendiri
diamlah hati
tenanglah engkau
apa guna berhati walang
bukalah jendela kamarmu
pandanglah ke atas
ada pelangi di sana
melambai
mengajak untuk berpesta.
Pergilah hati
berdendanglah engkau bersama pelangi
aku akan tetap di sini
bukan menanti
sekadar memerhati
cintaku yang telah mati
dan telah bersemadi.
Qalam Bertinta
Klang
01072013
1741pm
PANTUN NEGARA
PANTUN NEGARA
Laksamana Bentan pergi menggembara
hendak mencari buah delima
setialah kepada raja dan negara
hormatilah juga rukunegara yang lima.
Berlenggang lengguk si anak dara
titi diseberang berhati-hati
jika benar cintakan negara
taburlah budi semaikan bakti.
Layang-layang terbangnya tinggi
kanak-kanak melihat sambil tertawa
demi negara yang aku sayangi
rela kukorban jasad dan nyawa.
Pergi ke kuala mengail ikan
kail dimakan siikan belacak
andai negara perlu kupertahankan
tak akan kuundur walau setapak.
Petir berdentum langit berkilat
doa pun dibaca di dalam hati
negara ini negara berdaulat
sanjunglah ia sampai ke mati.
Qalam Bertinta
Klang
Laksamana Bentan pergi menggembara
hendak mencari buah delima
setialah kepada raja dan negara
hormatilah juga rukunegara yang lima.
Berlenggang lengguk si anak dara
titi diseberang berhati-hati
jika benar cintakan negara
taburlah budi semaikan bakti.
Layang-layang terbangnya tinggi
kanak-kanak melihat sambil tertawa
demi negara yang aku sayangi
rela kukorban jasad dan nyawa.
Pergi ke kuala mengail ikan
kail dimakan siikan belacak
andai negara perlu kupertahankan
tak akan kuundur walau setapak.
Petir berdentum langit berkilat
doa pun dibaca di dalam hati
negara ini negara berdaulat
sanjunglah ia sampai ke mati.
Qalam Bertinta
Klang
BENGGALI PUTIH
BENGGALI PUTIH
Kupaut lehermu semangat
ketika gelora
bergulung membelit sejarah
warisan terhakis
tiang santun genting
lemas dalam minda penjajah
Benggali putih
belati yang kauwarisi
tunasnya mekar
bagai cendawan lepas hujan
menikam pribumi
Benggali putih
lunakmu beracun
sungai jiwa kautuba
aku pusakaku tinggal nama
aku anutanku kausula dalam leka
dakyah 3Gmu menjadi
garam ragi meresap
ayuh aku bangsaku
bangkit dari lena mimpi
empuk bujuk lunak
sisa ini kita cantum kembali
carik kita tampal
sulamkan sutera budi
anyam padu
semai berani
Jebat Tuah
sarungkan tamingsari
semeja sepakat
kembalikan maruah
bangsa berdikari
bangsa berdaulat
yahyaisa
Segamat Johor
Kupaut lehermu semangat
ketika gelora
bergulung membelit sejarah
warisan terhakis
tiang santun genting
lemas dalam minda penjajah
Benggali putih
belati yang kauwarisi
tunasnya mekar
bagai cendawan lepas hujan
menikam pribumi
Benggali putih
lunakmu beracun
sungai jiwa kautuba
aku pusakaku tinggal nama
aku anutanku kausula dalam leka
dakyah 3Gmu menjadi
garam ragi meresap
ayuh aku bangsaku
bangkit dari lena mimpi
empuk bujuk lunak
sisa ini kita cantum kembali
carik kita tampal
sulamkan sutera budi
anyam padu
semai berani
Jebat Tuah
sarungkan tamingsari
semeja sepakat
kembalikan maruah
bangsa berdikari
bangsa berdaulat
yahyaisa
Segamat Johor
♥~ Bunga sang hati ~♥
♥~ Bunga sang hati ~♥
Di hati kecil
Tersimpan berbagai misteri
bagai di benjan terkunci
tiada yang dapat mengetahui
terapung bak mega utara
dengan lunsuran sang teja
berpancarwarna sungguh indah
membuat hati tergoda
buat sang puteri
Aria Ningsun gelarannya
manis senyuman bak madu
kelopak mata semekar bunga kemboja
~Nagamku menjadikan warkah buatmu
1/07/2013
Di hati kecil
Tersimpan berbagai misteri
bagai di benjan terkunci
tiada yang dapat mengetahui
terapung bak mega utara
dengan lunsuran sang teja
berpancarwarna sungguh indah
membuat hati tergoda
buat sang puteri
Aria Ningsun gelarannya
manis senyuman bak madu
kelopak mata semekar bunga kemboja
~Nagamku menjadikan warkah buatmu
1/07/2013
PANTUN DESA
PANTUN DESA
Jika rajin menangkap lokan
boleh dimasak pelbagai rasa
biar lama telah kutinggalkan
kasihku tetap tertumpah di desa.
Pergi bercuti di Tanah Rata
Bekal diisi di dalam peti
biar berkelipan neon di kota
indah desaku sentiasa di hati.
Malam hari pasang pelita
duduk berbual bersama rakan
biarpun tinggi jawatanmu di kota
desamu sesekali jangan dilupakan.
Asyik melihat si dara menari
habis menari bertepuk tangan
biar di mana rezeki dicari
keluarga di desa dilupa jangan.
Qalam Bertinta
Klang
Jika rajin menangkap lokan
boleh dimasak pelbagai rasa
biar lama telah kutinggalkan
kasihku tetap tertumpah di desa.
Pergi bercuti di Tanah Rata
Bekal diisi di dalam peti
biar berkelipan neon di kota
indah desaku sentiasa di hati.
Malam hari pasang pelita
duduk berbual bersama rakan
biarpun tinggi jawatanmu di kota
desamu sesekali jangan dilupakan.
Asyik melihat si dara menari
habis menari bertepuk tangan
biar di mana rezeki dicari
keluarga di desa dilupa jangan.
Qalam Bertinta
Klang
Mendaki Impian
Mendaki Impian
Gigih usahamu teman
mendaki kejayaan
tidak mengenal erti kepayahan
tidurmu kau ketepikan
kalam dan pena menjadi teman
doa sentiasa tidak ketinggalan
bagimu masa bukan
bagai emas berlian
dapat dibeli di pasaran
tapi ia datang tidak berulangan
harus bijak gunakan
tanpa lalai dan kerugian
Demi sebuah impian.
Norasma
Shah Alam
1.7.13
Gigih usahamu teman
mendaki kejayaan
tidak mengenal erti kepayahan
tidurmu kau ketepikan
kalam dan pena menjadi teman
doa sentiasa tidak ketinggalan
bagimu masa bukan
bagai emas berlian
dapat dibeli di pasaran
tapi ia datang tidak berulangan
harus bijak gunakan
tanpa lalai dan kerugian
Demi sebuah impian.
Norasma
Shah Alam
1.7.13
KE MANAKAH KITA
KE MANAKAH KITA
Ke manakah anak-anak kita
tika siang mula melabuhkan tirainya
dan di saat muazzin melaungkan azan
menyeru untuk kembali semula ke dalam saf yang sama
mengadap Pencipta seperti yang telah diikrarkan
apakah mereka sudah berdiri di sejadah terbentang
atau masih lagi bergentayang entah di mana
hingga terlupa di mana pintunya rumah.
Ke manakah kita
atau di manakah suara kita
ketika mereka masih lupa jalan pulang
dan masih khayal dengan kelekaan sendiri
hingga terabai satu dari rukun yang lima
kerana kita sendiri enggan bertanya
malah khayal dalam lekanya dunia yang mendustai.
Anak-anak itu ada fitrahnya
dan pemegang amanahnya adalah kita
genggam dan jangan biarkan ianya terlerai
kerana di situ nanti
ada persoalan yang akan dipersoalkan
pun ada jawapan yang harus diberikan.
…terjawabkah kita jika amanah itu kita abaikan?
Qalam Bertinta
Klang
01072013
0909am
Ke manakah anak-anak kita
tika siang mula melabuhkan tirainya
dan di saat muazzin melaungkan azan
menyeru untuk kembali semula ke dalam saf yang sama
mengadap Pencipta seperti yang telah diikrarkan
apakah mereka sudah berdiri di sejadah terbentang
atau masih lagi bergentayang entah di mana
hingga terlupa di mana pintunya rumah.
Ke manakah kita
atau di manakah suara kita
ketika mereka masih lupa jalan pulang
dan masih khayal dengan kelekaan sendiri
hingga terabai satu dari rukun yang lima
kerana kita sendiri enggan bertanya
malah khayal dalam lekanya dunia yang mendustai.
Anak-anak itu ada fitrahnya
dan pemegang amanahnya adalah kita
genggam dan jangan biarkan ianya terlerai
kerana di situ nanti
ada persoalan yang akan dipersoalkan
pun ada jawapan yang harus diberikan.
…terjawabkah kita jika amanah itu kita abaikan?
Qalam Bertinta
Klang
01072013
0909am
BUKAN TIDAK MAHU
BUKAN TIDAK MAHU
Bukan tidak mahu menerima
apalagi untuk menyimpan
Bukan tidak mahu berbicara
apalagi untuk bermesra
Bukan tidak mahu berjalan seiring
apalagi untuk berlari..
Bukan kerana tidak mahu..
tetapi.... kerana....
aku tidak ingin hati terluka
apalagi kecewa..
kuingin tinggalkan cerita lama
di dasar hati
biar mendap dan menjadi sisa..
~ HaSa
Taiping.
Bukan tidak mahu menerima
apalagi untuk menyimpan
Bukan tidak mahu berbicara
apalagi untuk bermesra
Bukan tidak mahu berjalan seiring
apalagi untuk berlari..
Bukan kerana tidak mahu..
tetapi.... kerana....
aku tidak ingin hati terluka
apalagi kecewa..
kuingin tinggalkan cerita lama
di dasar hati
biar mendap dan menjadi sisa..
~ HaSa
Taiping.
Prosa: BUMI MENAGIH SIMPATI.
Prosa: BUMI MENAGIH SIMPATI.
Wahai insan, bukalah pintu mata di hati, lihatlah bumimu yang hampir mati, tidak dikasihi - tidak disayangi; tidak diendahi.
Tanahnya yang tandus, kering tidak diairi, tersumbat di kali - airnya tidak mengalir ke sisi...hanya menanti mati datang mendampingi.
Lihatlah debu-debu tepu yang berdaki di kaki, berterbangan dibawa bayu melekat di dahi, masuk di mata pedihnya yang amat sekali; tidakkah engkau sedarinya lagi...bumimu kini bernafas di hujung nadi.
Bangunlah usah mengelamun bermimpi, angkatlah cangkul - angkatlah baji, kita berkelahi; membanting tulang hidup berbakti, membina empangan air diisi, mengorek terusan ladang disaliri...pastinya nanti, sang keli di kali mensyukuri, ada lagi insan yang sudi berbudi, menyelamat nadi bertanah di bumi.
Bangunlah! usahlah kaubermimpi lagi, bersatulah hati, ringankan tangan-tanganmu yang bersendi.
Sazalee Sulaiman ... 01/07/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
Wahai insan, bukalah pintu mata di hati, lihatlah bumimu yang hampir mati, tidak dikasihi - tidak disayangi; tidak diendahi.
Tanahnya yang tandus, kering tidak diairi, tersumbat di kali - airnya tidak mengalir ke sisi...hanya menanti mati datang mendampingi.
Lihatlah debu-debu tepu yang berdaki di kaki, berterbangan dibawa bayu melekat di dahi, masuk di mata pedihnya yang amat sekali; tidakkah engkau sedarinya lagi...bumimu kini bernafas di hujung nadi.
Bangunlah usah mengelamun bermimpi, angkatlah cangkul - angkatlah baji, kita berkelahi; membanting tulang hidup berbakti, membina empangan air diisi, mengorek terusan ladang disaliri...pastinya nanti, sang keli di kali mensyukuri, ada lagi insan yang sudi berbudi, menyelamat nadi bertanah di bumi.
Bangunlah! usahlah kaubermimpi lagi, bersatulah hati, ringankan tangan-tanganmu yang bersendi.
Sazalee Sulaiman ... 01/07/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
PEMUJA NOMBOR SATU.
PEMUJA NOMBOR SATU.
Alis matamu
bagai merenung kalbuku
memukau aku
membangkitkan nafsu.
Senyuman di bibirmu
mengoles rindu
ingin menikmati madu
kemanisan bak tebu.
Ahhh! ... pemuja wanitakah aku
dalam memuja keayuan wajahmu
menampar dinding resahku
apabila wajahmu
... hilang dari pandangan mataku.
Akulah pemuja bernombor satu.
Sazalee Sulaiman ... 30/06/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
Alis matamu
bagai merenung kalbuku
memukau aku
membangkitkan nafsu.
Senyuman di bibirmu
mengoles rindu
ingin menikmati madu
kemanisan bak tebu.
Ahhh! ... pemuja wanitakah aku
dalam memuja keayuan wajahmu
menampar dinding resahku
apabila wajahmu
... hilang dari pandangan mataku.
Akulah pemuja bernombor satu.
Sazalee Sulaiman ... 30/06/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
MASIH MENGHARAP.
MASIH MENGHARAP.
Sirnakah
cinta di hatimu
sudah tiadakah aku
di situ
sedangkan aku
masih
mengharapkan
kamu
kembalilah kepadaku
Aku masih mencintai kamu.
Sazalee Sulaiman ... 30/06/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
Sirnakah
cinta di hatimu
sudah tiadakah aku
di situ
sedangkan aku
masih
mengharapkan
kamu
kembalilah kepadaku
Aku masih mencintai kamu.
Sazalee Sulaiman ... 30/06/2013
Nilai, Negeri Sembilan.
Epilog Epigoni (vi) - Anjing 'gong-gong' (i)
Epilog Epigoni (vi) - Anjing 'gong-gong' (i)
Anjing-anjing itu telah 'gong-gong'
melahirkan juta rasa yang loya
di sisi malam bertemankan bulan miang
dan sang pungguk berlagak tenang
persis pendita kadim yang lugut
melayarkan bahasa berjiwa-jiwa
kononnya bulan akan jatuh ke riba
~
Angah Arie.
Seremban
Anjing-anjing itu telah 'gong-gong'
melahirkan juta rasa yang loya
di sisi malam bertemankan bulan miang
dan sang pungguk berlagak tenang
persis pendita kadim yang lugut
melayarkan bahasa berjiwa-jiwa
kononnya bulan akan jatuh ke riba
~
Angah Arie.
Seremban
Sunday, June 30, 2013
TANGIS
TANGIS
Pagi dingin tadi
aku terpegun rasa
ada titis merembes
dari jendela jiwa
aku yang terhimpit
di celahan manusia... manusia
oh kasih... oh jiwa...
rasa itu yang menghiris
datangnya penuh rahsia
Oh Tuhanku
dakaplah aku
eratkan hatiku kepada-Mu
tak mahu aku sendiri
terapung dalam ruang
hanya Engkau yang mengerti
awal dan akhirnya...
Norlidar
20.06.2013 - 1.05 a.m.
Pagi dingin tadi
aku terpegun rasa
ada titis merembes
dari jendela jiwa
aku yang terhimpit
di celahan manusia... manusia
oh kasih... oh jiwa...
rasa itu yang menghiris
datangnya penuh rahsia
Oh Tuhanku
dakaplah aku
eratkan hatiku kepada-Mu
tak mahu aku sendiri
terapung dalam ruang
hanya Engkau yang mengerti
awal dan akhirnya...
Norlidar
20.06.2013 - 1.05 a.m.
Subscribe to:
Posts (Atom)