Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Ikhwan Kurusawa. Show all posts
Showing posts with label Ikhwan Kurusawa. Show all posts

Thursday, October 18, 2012

MAC SEBELAS SEBELAS

MAC SEBELAS SEBELAS

Dan bulan pun mendekat

Menjengah saki baki manusia

dan dosa-dosa yang semakin menggunung

Yang membawa mereka berlari ke bukit-bukit

Goncangan dan simbahan laut

memecahkan keegoan dan keakuan



kedengaran bunyi suara-suara terkoyak

peta-peta sudah basah kehilangan dakwat

mayat-mayat beralih tempat

mendengar tangisan bayi-bayi tenat

asap gelap hadir menyaji haba beracun

melubangkan langit-langit keyakinan

hujan pun tak lagi dinanti



oh! Bala apakah ini?

Mungkinkah kerna kuterlalai subuh berjemaah tadi pagi?

Tuesday, October 9, 2012

PMR

PMR

Peperiksaan munculkan resah
perasaan menerjang rasa
perlukan masa rehat
pada mata redup
paksa membaca rahsia
penat melihat rimbunan
peluru memecah rangkaian
petikan makna risau

Selamat berjaya

Sunday, October 7, 2012

Terima Kasih (guru).

Terima Kasih (guru).

pagi itu
seseorang menyarungkan kesabaran di dadanya
menyematkan ikhlas di jiwanya
membasahkan jujur di lidahnya
dan menanam semangat di hatinya

saat melangkah ke darjah dia berkira-kira
bagaimana menumpahkan ilmu
tanpa terpercik sia-sia?

seseorang itu
adalah Guru.

PENCANDU CINTA TULEN

PENCANDU CINTA TULEN

sebagai seorang pencandu cinta yang tulen
aku sanggup saja membiarkan kekasihku mati
digilis angan-angan.
mimpi buruk berganda
aku dipatuk burung belatuk berjuta-juta
atas pokok meranti menanti buaya menggigit kaki kerbau berdosa.

mungkin soal jatuh rindu
buai kata laju - laju
menghambat tali-temali jasad
yang menginginkan hangat pelukan memaksa.

maka,
sebagai seorang pencandu cinta yang tulen
aku pasti saja sanggup menjadi saksi kekasihku dibawa lari sang rama-rama.

Friday, October 5, 2012

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Terima kasih adalah butir-butir mutiara yang dikutip dengan susah payah
sang penyelam mengharung suka duka mengaut butir-butir derita dan bahagia
hingga akhirnya keringat pun tak terhitung di balik butir-butir air laut

Oleh itu
Terima kasih yang tak berpenghujung aku rangkaikan pada debu-debu
pada wap-wap
pada mata air
pada setiap denyut listrik di benakmu

kerna sentiasa ada
meneman helaian nafas dan langkahku

Ikhwan Kurusawa Cerita-cerita Luka Yang Sembuh Dengan Sendirinya

Cerita-cerita Luka Yang Sembuh Dengan Sendirinya

Semenjak kau pergi meninggalkan bangku itu sendiri
akulah yang setia menemaninya
menghibur hari-harinya dengan cerita-cerita luka yang sembuh dengan sendirinya

apabila tiba-tiba
seseorang hadir menjabatnya mesra bagai tiada pernah duka
akulah yang sedia ditinggalkannya
melupakan detik-detik waktu bagai tiada pernah bertamu hanya mimpi berlalu

dan kenangan adalah peristiwa yang saat didamba tidak pernah kunjung tiba