Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Tema Kemasyarakatan. Show all posts
Showing posts with label Tema Kemasyarakatan. Show all posts

Sunday, January 20, 2013

DIRUNGKAI MASA

DIRUNGKAI MASA

Tak pernah terlupakan
andai ada resap rasa dari keluh simpati
kerana kita tetap punya jiwa
ingin memesrai suasana dulu
tapi bila kehidupan menjadi lain
tak satu pun dapat dititip.

Dan kita pun menyimpan kenangan
aksara yang terbait
kukutip mesra bicara
merangkai kehalusan jiwa
menerajui ingatan
menjadi pedoman.

Engkau tetap yang dulu
satu keunggulan
dan damaiku
tetap tersandar di bahumu
biarpun kini
tidak lagi ada sapaan
dan jabat tangan kita
bagai dirungkai masa.

SRI MAWAR
Kuala Kurau
Perak
17 Jan 2013
3.20pm

KALAULAH KALAU.

KALAULAH KALAU.

Kalau ikan terjaring di Linggu
alur berpusing di Sungai Baru
kalau fikiran sering terganggu
telanjur rungsing jiwa celaru.

Kalau hendak libur di desa
tersepak kerusi di simpan dahulu
kalau onak menghembur bisa
telapak kaki menyimpan nyilu.

Kalau dangkal di pinggir lautan
nanti menapak saja di titi
kalau akal seiring perbuatan
pasti tidak beraja di hati.

Kalau tetamu melipat setokin
baju hujan bersama kebaya
kalau ilmu sedapat mungkin
tentu kemajuan membawa jaya.

kalau jodoh bakal menunggu
hari indah menginjak terang
kalau bodoh berakal dungu
pasti mudah dipijak orang.

Kalau si pakar menjahit kulit
kasut selipar sepasang di laci
kalau pintar memutar belit
mulut celupar orang pun benci.

kalau susu basi di laman
ukiran terpahat halus suasa
kalau nafsu mengatasi iman
perbuatan jahat menjurus dosa.

Kalau mengemudi di bawah titi
lama berehat di pinggir taman
kalau budi dibawa mati
nama terpahat ke akhir zaman.

SRI MAWAR
Kuala Kurau
Perak
16 Jan 2013
8.26 am

~ Rentak ~

~ Rentak ~

Kutarikan saban hari saban waktu
tanpa meniru-niru, tanpa ragu, tanpa lagu
di sekitaran sentiasa dan sedia ada muzika
hembusan angin tak pernah henti mengubah irama
lenggang lenggok tangan dan kakiku melangkah
lentok liuk kepala dan pinggulku terarah
mengikut tempo paluan gegendang hati dan perasaan
harmonis di bawah bimbingan akal fikiran

Rentakku miliku pasti berubah selalu
duniaku hakku cuma satu

Rentak kita pasti berbeza selamanya
demikian bijaksana Maha Pencpta

~Rentaktari pena msa: 16.1.13 Jitra~

ketika ingin memiliki

ketika ingin memiliki

ketika ingin memiliki
janji diberi
janji ditaburi
kelihatan janjinya lebih pasti
dari janji syaitan kepada Ilahi...

CNM

~Jelma~

~Jelma~

Satu demi satu hingga ribuan
yang jelma menyapa kurang jari di tangan
begitu resam di catur kelaziman
begitukah fitrah yang harus dipasrahkan
kujelmakan harap dalam pengharapan
"setiap ingatan pasti ujud lupaan"

Kujelmakan satu-satunya yang masih setia
inginku usap jemarinya yang tekun menganyam 'aksara'
menyulam mutiara bahasa membidang renda jiwa
biar di kejauhan terhidu kewangian budinya
serasakan kehadiranya nyata di hadapan mata
Namun ini semua jelma-jelmaan bicara canda
antara ulitan sepi seorang pengembara senja
bersenandong sendiri di sahara maya.

~msa: 15.1.13.Paya Pahlawan,Jitra ~

PULAU PINANG

PULAU PINANG

Pagi yang indah;
ubun-ubunku basah,
loloskan diri di dasar lembah;
ajak budi memerah buru jejak penjenayah,
ulangi menyibak helai mimpi ngeri bertanjung resah.

Pagi yang indah;
imbangi degup jantung bergemuruh,
nekad memberi senyuman tanpa sebait hujah;
ada mendung terbias menerjah gundah,
nun di ufuk timur mentari memakai jubah;
getarkan jiwa kita yang sudah hampir dijajah.

Nukilan Pencinta Puisi,
Bayu.
Permatang Pauh Pulau Pinang.
140113.

TERLALU SUKAR

TERLALU SUKAR

terlalu sukar bagiku,
elehkan tugas-tugas lamaku;
rempuh pembunuh sasau di bahu,
lakar jejak langkah disusun satu persatu;
agar walang bisa kuhidu,
lolosnya pada ranjau onak berliku;
untung batu tenggelam untung sabut timbul daku.

sumpah ini buat pertiwi,
untuk nusa bangsa merdeka;
kiranya kami berkalang tanah seawal pagi,
anggaplah ajal itu medan takdir nan nyata;
restui kami melindungi maruah dan harga diri.

Nukulan Pencinta Puisi,
Bayu.
Kuala Lumpur.
130113.

PANDAN MENGKUANG

PANDAN MENGKUANG

Pelarian cinta itu,
Ada aksi birahi wajah ayu,
Namun seperti telah kaku,
Damaikan taman tema rindu,
Anjurkan simpati isi sayu,
Neluri dalam diri memasung sendu.

Memek muka pelarian cinta itu,
Egois yang memukau,
Nyaman penorama berpelangi ungu,
Garapkan awal liku sembilu,
Kembankan tangan di bidang bahu,
Untuk tatapan si mata kuyu,
Agar segera menatap lekuk di dagu,
Nantikan sore saat waktu beradu,
Genit pandan mengkuang itu durinya yang tahu.

Nukilan Pencinta Puisi,
Bayu.
Pulau Pinang.
150113.

Buta

puisi tajuk: Buta
karya:penaluka kersani
3.30a.m
15 hb januari 2013
meja sepi...........TEMERLOH...

Aku merenung dalam kotak senja
tajammm..!!
Menikam jasad ke ubun-ubun bumi
mengorek jantung dengan jemari
menghilir darah di tepian hati
jambatan nadi usang hampir roboh
patah berdiri....

Bangunnnnn..!!!!
Bangunnnnnn..!!!
Bangunnnnnnnn.!!!
Bangunlah semangat anakanda...
Hari dah hampir senja
beras dah habis padi kekeringan hampa.

Bangunlah anakanda
sampai bila nak jadi buta
di halaman bonda............

itu ini

itu ini

bila lihat ke luar diri
itu ini
begitu begini
cuba sesekali
melihat ke dalam diri
apa yang perlu dibaiki
perbetul yang dah tak selari
luluhkan yang dah berdaki
baru suci...

CNM

Rindu

Rindu

rindu datang menari-nari
mengusik sendu hati
seperti mengejek rasa bersendiri
khayal akan si buah hati
yang pergi menyepi...

rindu bertamu menyanyi-nyanyi
mencuit pilu hati
seakan mempersenda rasa dikhianati
mengenang indah memori
ditinggal bersama janji tak pasti...

CNM

Sunday, January 13, 2013

= Perjalanan =

= Perjalanan =

lembah dan lurah penuh liku
gunung serta bukit yang berbatu
paya dan parit berselut
mahupun dataran pasir panas berbahang
jika itu laluan perjalanan perlu
diredah demi sebuah penghidupan

berdiri di sini
mengariskan permulaan sebagai panduan
donggak ke langit mencari camar panduan pulang
di bahu tergendong galas penuh iltizam
bahan membakar jatinya diri
memadamkan kata hati
" aku kalah dalam perjuangan "
mencatatkan ingatan
" tiada yang mustahil walaupun punya kepayahan"

tangan menggenggam
penuh daya semangat
kepulangan nanti penuh hormat
walaupun keranda diselubung jalur gemilang
untuk bangsaku untuk agamaku
kerana bumi tanah tumpah darahku

= perjalanan akan diteruskan oleh anak bangsa yang sejati =

Jue Affendi

~ adakah wanita itu ~

~ adakah wanita itu ~

apa yang kaumahukan
pada sebuah cinta yang
buta tanpa erti
hanya terpukau pada madah kata
pujuk rayu, tanpa kautahu
siapa wanita itu

perhiasan dunia wanita
bukan menatap wajah jelitanya
bukan lembuh belaiannya
bukan manis bicaranya
bukan pujuk rayunya
bukan madah godaannya

bukalah matamu sinarilah hatimu
menilai wanita itu
sanggupkah engkau mengambil
buku catatan dosanya
mampukah kamu menjadi imamnya
mencari penyuci hadas dirinya

jika engkau hanya mampu
menjadi teman pelengkap nafsu
maka akan bertambah dosa buatmu
atas kegagalan egomu
atas kecundangnya iman dan amalmu

adakah wanita itu
wanita itu insan lemah yang perlu pelindung dan dilindungi

Jue Affendi
12.012013

Putaran Masa

Putaran Masa

Melayang jauh
mengimbas kenangan silam
akukah yang terleka
di antara masa yang telah ditinggalkan
muda dan tua
bayi di pangkuan bonda
kanak-kanak ingin bermanja
remaja mengutip pengalaman
mematangkan diri
dewasa.. mengharungi kehidupan
tanggungjawab digalas
kewajiban
Di lewat usia
kadangkala juga alpa
menyibuk diri tentang dunia
putaran bagai roda
tidak cukupkah lagi
tidak puaskah lagi
segala dosa pahala terkumpul
berat atau ringan timbangannya
bertaubat penghapus dosa
bersyukur nikmat Tuhan
redha ketentuan
takdir ketetapan
takdir perubahan
keyakinan..kepastian.

Norasma12.1.13/2.07pm

Selendang Pudar


Selendang Pudar

Dari firasat dan mimpi yang dibuai dan dikenang
bukan semua akan bersedih dengan air mata berlinang
kelopak mata tidak terbuka menahan rindu yang terbuang
dan hilanglah segala kenangan dan coretan masa silam
yang dihiasi kata-kata puisi dan rentak gurindam
mengabadikan segala peristiwa hari indah semalam
dilihat semula setiap helaian foto bergambar
hanya tersimpan sebuah laku kala yang sudah hambar
akan sehelai selendang yang warnanya telah pudar.

Friday, January 11, 2013

mengapa

mengapa

mengapa?
titis jernih lagi suci
mengalir lesu di pipi
aku belum bicara dalam bait puisi
hanya memadang dari jendela hati...

ada apa yang menyiat?
ada apa yang tersiat?

CNM

RENUNGLAH WAJAH ANAKMU

RENUNGLAH WAJAH ANAKMU

Tangisan si kecil
sakitkan dia
hanya diam
terlihat linangan di ujung mata

membenamkan kisah
rasa tak percaya
mengapa masih ada
bertopeng pura wajah pembela
alir darah sama
dari benih berharga

hadir si kecil ditatap belai
bukan hayunan ganas
diherdik tampar apa lagi
berbekas-bekas birat
belas kesian sudah tenggelam
ditelan nafsu menganas
tanpa peduli tangisan
dera kekejaman
bagai musuh di tangan
mana belas ehsan
si kecil dibaling bagai patung mainan

terngiang tawa si kecil
wajah tanpa dosa
umpama kain putih
mengapa ada insan tiada berperikemanusian
menganas pada tangan sepatutnya
membelai
amanah di tangan hilang pertimbangan

tataplah wajah si kecil itu
renungkan mata halus
mata itu kamu
wajah itu wajahmu
darah mengalir itu
dari darahmu
mengapa ganas diri tanpa peduli
ikut hati sesal nanti

Eytajms
10/1/13
Taiping

DEBUNGA RINDU LAYU DI GENGGAMAN

DEBUNGA RINDU LAYU DI GENGGAMAN

Debunga rindu
dalam kelopak mawar semakin keguguran
kemarau hati seakan kering kontang
rintik-rintih gerimis menyegarkan
kembali

namun
kemarau lagi
dalam rimbunan dedaun hijau
ada duri menikam
luka terhiris diam
dalam mentari hadir
gerimis mengundang datang
berarak mendung membawa diri

kini
di batas kekeringan
debu-debu berterbangan
hamparan terbiar usang
mekar haruman seakan hilang
tiada lagi debunga berkelopak mekar
kuntuman kasih layu di batasan
kelopaknya patah di genggaman

Eytajms
11/1/13
Taiping

Inilah Persada Puisi II

Inilah Persada Puisi II

Bangkit mentari jua perlu ditulis walau halnya
telah berlaku sepanjang masa, tiada yang istimewa tentangnya
namun perlu juga kerna ingin mencerita suasana dan masa.

Puisi ini kepadamu aku semaikan, masih tiada suara
dan hanya dipenuhi tulisan, rindukan masa untuk bersua
tapi nafsu kita janganlah dilayan, pilu untuk diri bersama
namun pohon tiada diperkenan, untuk berhadapan orang tua
dan lantas diijab kabulkan.

RINDU

RINDU

Menuding langit meludah awan
wajah ceria berpalit onar
bahasanya unggun api
marak menjulang
membakar hangit
sekam di dalam

lenaku kian terganggu
damai mimpi terusik lagi
igauan tersentak dek pekikan guruh
kilat bersambung bukan fenomena biasa

hutan ini sudah hilang tenteram
nyanyian unggas bukan melodi riang
bertingkah rentak irama bernada sumbang
katak melalak di bendang, cengkerik sebalik tiang

murai nada biasa
khabarnya bahasa angin
mengolah enak gempar diharap
diadun segala duri hidangan disaji

harimau gajah bertelagah
kancil tersepit di tengah
aman tidak menjengah
gelisah gundah resah

rindukan kedamaian
bahasa sopan budaya warisan
berpakat membawa berkat
berkongsi nikmat.

YHI
Segamat Johor
10012013.