Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Wahyu Toveng. Show all posts
Showing posts with label Wahyu Toveng. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

SESAK

SESAK

Aku kehilangan makna
terselip di antara bilah waktu dan getar gelisah
sedangkan kematian mengabarkan ketidakberdayaan
sesaat setelah kuterima undangan pernikahan

aku hampa
di kelam mendung senja
ketika iringiringan duka
bersaing dengan bebinar lampu jalan
begitu hirukpikuknya kemacetan
padahal sebentar lagi
di sebuah liang lahat
seorang teman benarbenar kesepian

kemarin
kelahiran menjadi kabar gembira
tentang berharganya pemberian
seperti takzimnya dada
menatap rumahrumah Tuhan tetap berdiri
di tanah yang terterjang tsunami
beberapa tahun silam

entah
betapa kritisnya pikiran puisi
seorang teman lain di halaman maya
terhadap nyawa Tuhan
berabad berlalu membukti pasti
akal adalah mahakarya terindah
yang pernah ada
semenjak Muhammad menyepi
di gua Hira

oh.. aku lelah mengeja kebuntuan
saat mengucap makar kepada Tuhan
lebih baik kurancang makar
terhadap nama besar seorang sastrawan

Karang Mulya Cileduk 07122012
Untuk Mbak Endang Supiarsih

Sunday, October 7, 2012

JING

JING

Sembahkan abdi
tiada dengki
menahun setia
jilati tapak kaki
menjaga waktu
sujudkan diri
hingga tiba suatu hari
sekerat daging dilemparkan
membujuk penuh kasih sayang

entah mengapa
mendadak kesempitan menyekap
dan sakit melanda bertubitubi
dalam gelap
tersadar diri
menyesak dada perangkap
lalu mata basah meremang darah
lepas nyawa tiada rela
panaspun purna
menguliti sekujur kenang
seonggok amnesia

aku mati
selagi masih bertaring
sebelum akhirnya tersaji
di sebuah piring

06102012, selatan jakarta

Saturday, September 22, 2012

LINTINGAN BENCI

LINTINGAN BENCI

Dunia yang ringkih
menanak cinta sepijar matahari
segumpal jelaga lantas lahir
di pelupuk zaman
menghina cahaya
yang jelas lebih terang
di sana
dari atas piramida terpenggal
mengalirkan caci maki keji
tersebab begitu teduhnya
tutur kata sang kekasih langit
meski bulan bersinar di dadanya

letup rayuan makar
menghasut lembut
jauh jarak kerinduan
hanya untuk sekedar
mendirikan bangunan beton
di atas jembatan bambu yang rapuh
sesungguhnya siapa yang goyyim ?
perencana kekacauan sepanjang sejarah dunia
atau
penyempurna risalah penuh cinta ?

siasia saja semua api
karena matrealisme cuma awalan
dari runtutan siksa
selebihnya tersapu badai dan tsunami
sebelum terkuak jalan
ke padang Mahsyar

21092012, Utara Jakarta

Wednesday, September 5, 2012

?

?

Ruas telapak memeta jejak
juga sebab akibat sikap
serupa bidak menempuh bijak
pikir terampil menebak jebak
susuri guratan yakin
di papan penyambung nyawa

diriku, dirimu dan dirinya
bermigrasi dari sepinya kesucian
ke bathin yang tak pernah puas
hingga karat dan debu mengenyangkan perut
menentukan apa yang patut
tanpa ragu takut

sebelum sempat mimpi terpugar
aku telah telanjang
hanya untuk mengerti
seberapa parah kemunafikan
meracuni darahku
tapi berhala di hatiku
membuat nyaliku kalah
oleh reklamereklame

kita adalah suatu kondisi
dan pilihan hidup adalah keterpaksaan
pilihan lainnya adalah mati
cermat dalam memilih lantas digaungkan
dan menjadi slogan penebar janji

tak penting berarti mencari arti


Utara Jakarta 05092012
.