Followers
Carian Dalam Blog Ini
Showing posts with label Sharul Amri. Show all posts
Showing posts with label Sharul Amri. Show all posts
Sunday, December 23, 2012
Terminal
terminal
menanti kasih
berdiri terpaku jauh menoleh
bertanya bilakah waktu
diri berkata masih awal di sini aku
sandar di tembok kukuh
pun di situ tidak lama
resah gelisah mengocak ganggu
asyikku terbiar sumbang
lelah memuncak...aku beralih sandar
di terminal ini
menunggu kasih
duduk terpacak melontar pandang
masih bertanya bilakah waktunya
hati berbisik belum lenguh di sini aku
di bangku membilang hampa
sudah kaki bersilang bersila persembah
asyikku tembus menyapa pertanyaan
bila..bila..dan bila
pandangan kelabu warna indah pada saujana
detik hadirnya kudengar sudah
semakin jelas...dan aku tempias
titis di wajahku kasihmu menerpa
dan aku berkuyupan lemas disimbah kasihmu
aku berkuyupan dingin bersama renjisan kasihmu..
@am / 221212.0 /
Friday, December 21, 2012
Tertinta
Tertinta
mengalir terjah pada sehelai lembaran
menitik ke segenap ruang
terpatri suatu bisikan
mengarca sebuah telahan dek onak cemburu
tertugu sebuah kelukaan
mungkin tidak berpanjangan..mungkin...
menjadi warkah perutusan
antara kekasih
tinta merayu
tinta merenggek
mengabdi cinta lewat asmara
mengocak rasa diri terperi
turut sama melayari
turut sama menguliti
lembutnya sutera...sutera kasih dari tertinta
selubungi nan wajah..wajah sang perindu
terbias kala cahaya kasih memangku suram
kalamku terhenti kala tinta ghairah beralun
tertusuk nyilu cinta
kalamku rebah meskipun tinta garap mengukir
tersentap dada kerana tinta tagih bertinta
benar.....kalamku rebah tertusuk nyilu cinta...
@am / 191212.0 /
mengalir terjah pada sehelai lembaran
menitik ke segenap ruang
terpatri suatu bisikan
mengarca sebuah telahan dek onak cemburu
tertugu sebuah kelukaan
mungkin tidak berpanjangan..mungkin...
menjadi warkah perutusan
antara kekasih
tinta merayu
tinta merenggek
mengabdi cinta lewat asmara
mengocak rasa diri terperi
turut sama melayari
turut sama menguliti
lembutnya sutera...sutera kasih dari tertinta
selubungi nan wajah..wajah sang perindu
terbias kala cahaya kasih memangku suram
kalamku terhenti kala tinta ghairah beralun
tertusuk nyilu cinta
kalamku rebah meskipun tinta garap mengukir
tersentap dada kerana tinta tagih bertinta
benar.....kalamku rebah tertusuk nyilu cinta...
@am / 191212.0 /
Sunday, December 9, 2012
Pohon Pusaka..
Pohon Pusaka..
yang tumbuh di pinggir kolam itu adalah pohon
yang dulunya tiada aku mencakna
kini mula mendaki julang
kudongak ke dahannya
dan jelas terlihat
kiri kanan meluas redup
menggamit sebarang pandang
alangkah riangnya unggas menumpang ceria
membina teratak bermulalah cerita
kutunduk ke akarnya
meskipun tunjang tiada kutahu
melata tusuknya
hanya jemari membendul pernah aku tersepak...
terdetik dihati...ingin kujaga semampu mungkin
ingin kubaja selepas hujan
ingin kusiram kala gersang
meskipun akarnya sering dijamah alir kolam
kerna kau pohon pusaka
inginnya kulihat ribut cuba mencabut
inginnya kulihat bah cuba merubah
inginnya kulihat pohon pusaka tenang sesudah itu..bukan besok bukan lusa...
agar esok boleh kuatur suatu rencana..
@am/diam - 091212 - ahad
Pohon Pusaka..
yang tumbuh di pinggir kolam itu adalah pohon
yang dulunya tiada aku mencakna
kini mula mendaki julang
yang tumbuh di pinggir kolam itu adalah pohon
yang dulunya tiada aku mencakna
kini mula mendaki julang
kudongak ke dahannya
dan jelas terlihat
kiri kanan meluas redup
menggamit sebarang pandang
alangkah riangnya unggas menumpang ceria
membina teratak bermulalah cerita
kutunduk ke akarnya
meskipun tunjang tiada kutahu
melata tusuknya
hanya jemari membendul pernah aku tersepak...
terdetik dihati...ingin kujaga semampu mungkin
ingin kubaja selepas hujan
ingin kusiram kala gersang
meskipun akarnya sering dijamah alir kolam
kerna kau pohon pusaka
inginnya kulihat ribut cuba mencabut
inginnya kulihat bah cuba merubah
inginnya kulihat pohon pusaka tenang sesudah itu..bukan besok bukan lusa...
agar esok boleh kuatur suatu rencana..
@am/diam - 091212 - ahad
dan jelas terlihat
kiri kanan meluas redup
menggamit sebarang pandang
alangkah riangnya unggas menumpang ceria
membina teratak bermulalah cerita
kutunduk ke akarnya
meskipun tunjang tiada kutahu
melata tusuknya
hanya jemari membendul pernah aku tersepak...
terdetik dihati...ingin kujaga semampu mungkin
ingin kubaja selepas hujan
ingin kusiram kala gersang
meskipun akarnya sering dijamah alir kolam
kerna kau pohon pusaka
inginnya kulihat ribut cuba mencabut
inginnya kulihat bah cuba merubah
inginnya kulihat pohon pusaka tenang sesudah itu..bukan besok bukan lusa...
agar esok boleh kuatur suatu rencana..
@am/diam - 091212 - ahad
Subscribe to:
Posts (Atom)