~ AKU, PASIR DAN PANTAI ~
aku ingin menjadi seperti butir pepasir
di pantai setia menadah gelora
menanti sang ombak mengucap sapa
menghantar harap di tiap hempasnya
akan kutunggu ombak yang pergi dan datang
yang tak pernah biarkan rindu itu diam
mendesahkan kasih di tiap hempasnya
setia mentasbihkan ucap cintanya
akan kunanti angin yang terus berhembus
dalam badai menggoncang setiap nuansa rasa
dalam tenang mengelus setiap resah di jiwa
membelai raga mengikrarkan bisik cinta
biar saja aku basah dek kucup sang ombak
biar saja aku kering dek hembus sang angin
silih berganti saling melengkapi
tetap setia dalam dakap kasihNYA….
Followers
Carian Dalam Blog Ini
Showing posts with label Laila Hanni. Show all posts
Showing posts with label Laila Hanni. Show all posts
Saturday, November 2, 2013
Thursday, September 26, 2013
BUKAN BENCI
BUKAN BENCI
aku lepaskan kauburung
bebas terbang mencari teman
bukan aku tidak sayang
benci pun bukan
aku lepaskan kauburung
dari sangkar yang mahal
belas kauterkurung
cari teman bina Taj Mahal
aku lepaskan kauburung
bila hati teranjut
pada sepi nan murung
cuma jangan terkejut
aku lepaskan kau burung
kerana aku rasa kaulemas
merengkok macam mengkarung
terpaksa dalam bekas
aku lepaskan kau burung
dari rasa murung
dari rasa terkurung
dari rupa macam mengkarung
aduhai bukan benci...
HONEY
MUAR
2492013
aku lepaskan kauburung
bebas terbang mencari teman
bukan aku tidak sayang
benci pun bukan
aku lepaskan kauburung
dari sangkar yang mahal
belas kauterkurung
cari teman bina Taj Mahal
aku lepaskan kauburung
bila hati teranjut
pada sepi nan murung
cuma jangan terkejut
aku lepaskan kau burung
kerana aku rasa kaulemas
merengkok macam mengkarung
terpaksa dalam bekas
aku lepaskan kau burung
dari rasa murung
dari rasa terkurung
dari rupa macam mengkarung
aduhai bukan benci...
HONEY
MUAR
2492013
Monday, September 23, 2013
~ALIR CINTA DI SUNGAI RASA~
~ALIR CINTA DI SUNGAI RASA~
Cuba kudengarkan dari kejauhan
Bagaikan lesu alir cinta di jeram
Mengalir lembut di sungai rasa
Bertakung diam di lopak jiwa
Ke mana hilangnya anak-anak sempilai
Ke mana perginya haruan kecil
Yang pernah dulu kujerat erat
Dalam takungan air di celahan bebatu
Yang pernah kaubina di pinggir hatiku
Sukar untuk mengungkap kata
Payah sekali melafaskan bicara
Sedangkan mau itu masih menjelajah
Menyelusuri alir cinta di sungai rasa
~laila hanni~
20/8/2013
Cuba kudengarkan dari kejauhan
Bagaikan lesu alir cinta di jeram
Mengalir lembut di sungai rasa
Bertakung diam di lopak jiwa
Ke mana hilangnya anak-anak sempilai
Ke mana perginya haruan kecil
Yang pernah dulu kujerat erat
Dalam takungan air di celahan bebatu
Yang pernah kaubina di pinggir hatiku
Sukar untuk mengungkap kata
Payah sekali melafaskan bicara
Sedangkan mau itu masih menjelajah
Menyelusuri alir cinta di sungai rasa
~laila hanni~
20/8/2013
Saturday, August 31, 2013
ALIR CINTA DI SUNGAI RASA
ALIR CINTA DI SUNGAI RASA
Cuba kudengarkan dari kejauhan
Bagaikan lesu alir cinta di jeram
Mengalir lembut di sungai rasa
Bertakung diam di lopak jiwa
Ke mana hilangnya anak-anak sempilai
Ke mana perginya haruan kecil
Yang pernah dulu kujerat erat
Dalam takungan air di celah bebatu
Yang pernah kaubina di pinggir hatiku
Sukar untuk mengungkap sejuta kata
Payah sekali melafaskan bicara
Sedangkan mau itu masih menjelajah
Menyelusuri alir cinta di sungai rasa
Cuba kudengarkan dari kejauhan
Bagaikan lesu alir cinta di jeram
Mengalir lembut di sungai rasa
Bertakung diam di lopak jiwa
Ke mana hilangnya anak-anak sempilai
Ke mana perginya haruan kecil
Yang pernah dulu kujerat erat
Dalam takungan air di celah bebatu
Yang pernah kaubina di pinggir hatiku
Sukar untuk mengungkap sejuta kata
Payah sekali melafaskan bicara
Sedangkan mau itu masih menjelajah
Menyelusuri alir cinta di sungai rasa
Friday, July 26, 2013
~ PADA GUMAMMU DI TERIK SELAR MENTARI ~
~ PADA GUMAMMU DI TERIK SELAR MENTARI ~
desir angin
gemersik dedaun berbisik
gumam kitakah itu
berkisah dalam bisu
terlalu lelah jiwa mengendong netra rasa
manisnya mengucup titis-titis asmara
mekarnya menghias taman kasih di puncak ancala
menabiri terik selar mentari di pinggir mata
lalu kuceritakan pada hujan tentang gelodak jiwa
pada titis-titis rindu yang mengalir
biar saja ia diam-diam tersembunyi di situ
pada tiap senyum yang meniti di bibir
biar saja rintik-rintiknya mengucup nyaman di pipiku
dan di saat ini
di saat senja mula melabuh
masih lazuardi langit yang menatapku
binar suria tetap mengintai di celah jejak-jejak jingga
laluku pautkan sejuta aksara di antara sulur lembayung
moga saat kolek itu berlalu pergi
kasih kitakan kembali bertaut...
Friday, July 5, 2013
~ AKULAH PEREMPUAN ITU ~
~ AKULAH PEREMPUAN ITU ~
Aku lah perempuan yang tidak mengerti
Tentang bahasa yang kita eja
Setiap patah kata merungkai rasa
Berbulir-bulir netra yang berwarita
Aku juga perempuan yang tidak mengerti
Pada saat nyanyianmu berlagu sepi
Menyusun aksara pilu di savana hati
Merentas lurah jiwa bak jambatan sakti
Dan sering aku menjadi perempuan yang tidak mengerti
Tiap desah tangisku adalah rintik-rintik mengeja pelangi
Tiap resah hibaku adalah nyanyian melagukan asmara
Tiap lelah jiwaku adalah degup jantung mentasbihkan akujanji cinta....
~ AKULAH PEREMPUAN ITU ~
Aku lah perempuan yang tidak mengerti
Tentang bahasa yang kita eja
Setiap patah kata merungkai rasa
Berbulir-bulir netra yang berwarita
Aku juga perempuan yang tidak mengerti
Pada saat nyanyianmu berlagu sepi
Menyusun aksara pilu di savana hati
Merentas lurah jiwa bak jambatan sakti
Dan sering aku menjadi perempuan yang tidak mengerti
Tiap desah tangisku adalah rintik-rintik mengeja pelangi
Tiap resah hibaku adalah nyanyian melagukan asmara
Tiap lelah jiwaku adalah degup jantung mentasbihkan akujanji cinta....
Aku lah perempuan yang tidak mengerti
Tentang bahasa yang kita eja
Setiap patah kata merungkai rasa
Berbulir-bulir netra yang berwarita
Aku juga perempuan yang tidak mengerti
Pada saat nyanyianmu berlagu sepi
Menyusun aksara pilu di savana hati
Merentas lurah jiwa bak jambatan sakti
Dan sering aku menjadi perempuan yang tidak mengerti
Tiap desah tangisku adalah rintik-rintik mengeja pelangi
Tiap resah hibaku adalah nyanyian melagukan asmara
Tiap lelah jiwaku adalah degup jantung mentasbihkan akujanji cinta....
Tuesday, June 11, 2013
~ KAU... AKU.. ~
~ KAU... AKU.. ~
teriak camar riuh mendendangkan sejuta ingin
di gigi air terlihat buih-buih harap
berkejaran singgah di pantai teduh
mencernakan rasa
pada elus ombak di hujung jemari
sentuhnya seketika, hadirnya sesaat cuma
namun masih lembut mengelus jemari.
ombak mendesahkan tentang rindu
tak pernah padam menyelak helai-helai waktu
burung-burung melagukan nada kasih
tak pernah hilang terus bertasbih
bisik angin mengarcakan lagu cinta di atma jiwaku
biarpun terdengar diam
namun gempitanya riuh berdendang
indah terdengar di hatiku... di hatimu
Ah.....
masihkah mimpi itu yang ingin kurajut?
menanti bahtera singgah
mengibarkan aksara rindu
yang tertulis indah pada rentang layarnya?
Laila Hanni
teriak camar riuh mendendangkan sejuta ingin
di gigi air terlihat buih-buih harap
berkejaran singgah di pantai teduh
mencernakan rasa
pada elus ombak di hujung jemari
sentuhnya seketika, hadirnya sesaat cuma
namun masih lembut mengelus jemari.
ombak mendesahkan tentang rindu
tak pernah padam menyelak helai-helai waktu
burung-burung melagukan nada kasih
tak pernah hilang terus bertasbih
bisik angin mengarcakan lagu cinta di atma jiwaku
biarpun terdengar diam
namun gempitanya riuh berdendang
indah terdengar di hatiku... di hatimu
Ah.....
masihkah mimpi itu yang ingin kurajut?
menanti bahtera singgah
mengibarkan aksara rindu
yang tertulis indah pada rentang layarnya?
Laila Hanni
10pp
10pp
...hadirkan hatimu biar aku tidak pernah memberi sayang walau sedetik..
HONEY
MUAR09062013
...hadirkan hatimu biar aku tidak pernah memberi sayang walau sedetik..
HONEY
MUAR09062013
Thursday, June 6, 2013
~ Namun masih ~
~ Namun masih ~
siangku disimbah sinar mentari ....
binar....
namun masih juga hangatnya itu
mengucup di bibirku basah,
manja mengelus pipiku,
pada saat senyumnya manis merekah,
malamku disimbah cahaya rembulan...
pendar...
namun masih juga bisa menyuluh
tempat di mana pandanganku jatuh,
cahayanya merembes
di antara dingin yang kusentuh
~Laila Hanni~
siangku disimbah sinar mentari ....
binar....
namun masih juga hangatnya itu
mengucup di bibirku basah,
manja mengelus pipiku,
pada saat senyumnya manis merekah,
malamku disimbah cahaya rembulan...
pendar...
namun masih juga bisa menyuluh
tempat di mana pandanganku jatuh,
cahayanya merembes
di antara dingin yang kusentuh
~Laila Hanni~
Tuesday, June 4, 2013
~Langkah Kita Basah~
~Langkah Kita Basah~
Bilah-bilah langit senja menjadi saksi
Seiring langkah kita meredah gerimis
Merembes dingin dalam jingga bias mentari
Menyapa mesra antara senyum dan tangis
Kusam malam juga menjadi saksi
Langkah-langkah kita meniti mimpi
Berlari mencari jeda di kaus ilusi
Disapa rintik hujan yang terus berperi
Tiap titis itu bersama kita tadah
Lantas berladung di takungan jiwa
Tiap renjis itu mengucup pipiku basah
Lantas menyelusuri alir sungai-sungai rasa
Dan kini... pada cermin di jendela,
Masih rintik-rintik gerimis tak bisa kering,
Dan terlihat pada tanda-tanda dalam jejaknya
Seribu warita berkisah tentang kita
Yang akan terus berlari mengejar sejuta asa
Dalam rimbunan kasih mengiringi tiap hela
Bilah-bilah langit senja menjadi saksi
Seiring langkah kita meredah gerimis
Merembes dingin dalam jingga bias mentari
Menyapa mesra antara senyum dan tangis
Kusam malam juga menjadi saksi
Langkah-langkah kita meniti mimpi
Berlari mencari jeda di kaus ilusi
Disapa rintik hujan yang terus berperi
Tiap titis itu bersama kita tadah
Lantas berladung di takungan jiwa
Tiap renjis itu mengucup pipiku basah
Lantas menyelusuri alir sungai-sungai rasa
Dan kini... pada cermin di jendela,
Masih rintik-rintik gerimis tak bisa kering,
Dan terlihat pada tanda-tanda dalam jejaknya
Seribu warita berkisah tentang kita
Yang akan terus berlari mengejar sejuta asa
Dalam rimbunan kasih mengiringi tiap hela
Monday, May 20, 2013
~bisik di hujung sunyi~
~bisik di hujung sunyi~
di hujung sunyi
ada bait-bait kata berbisik di hati
tentang luhur sebuah rasa
membilang bisik-bisik dalam kelam pandang
lalu abjad mula menjadi aksara
aksara mula membentuk bilah kata
dan bilah kata mula melagukan puisi
dan kita syairkan bersama
biar singgah di hati yang bisa memaknai
tiap barisnya dimulakan dengan bismillah
dia akhiri dengan sadakallah
dan bagaikan sungai yang mengalir lembut
ia menyucikan hama yang terselit di celah-celah dinding hati
ia membasuh nada-nada duka yang berlagu di tiap detik hari
lalu membalut tiap luka yang mengalirkan darah merah di pipi…
di hujung sunyi
ada bait-bait kata berbisik di hati
tentang luhur sebuah rasa
membilang bisik-bisik dalam kelam pandang
lalu abjad mula menjadi aksara
aksara mula membentuk bilah kata
dan bilah kata mula melagukan puisi
dan kita syairkan bersama
biar singgah di hati yang bisa memaknai
tiap barisnya dimulakan dengan bismillah
dia akhiri dengan sadakallah
dan bagaikan sungai yang mengalir lembut
ia menyucikan hama yang terselit di celah-celah dinding hati
ia membasuh nada-nada duka yang berlagu di tiap detik hari
lalu membalut tiap luka yang mengalirkan darah merah di pipi…
Sunday, May 12, 2013
~ TITIS EMBUN ~
~ TITIS EMBUN ~
Dengarkanlah bunyi embun itu menitis
kerana titis itu adalah lagu hatiku
cuba aku rembeskan di hatimu
saat pilu mengetuk jendela duka
di saat musim ini berlalu
bergelandangan jiwa yang meronta
meracik mistik cinta di batas maya
mega mencari erti dalam selubung
namun masih tak bisa menyelubungi
temaram jadi secerah pagi
disapa mentari di ufuk mimpi
dan….. dalam pendar kerdip cahaya
masih hanya mimpi yang terlihat
merenda bahagia pada secebis setia
yang terkadang gapaiannya
terletak sekadar di hujung lentik jemari...
dan di musim yang kian pergi ini
embun tak lagi bisa basahkan tiap nunsa rasaku
kerana kerontang jiwa ini hampir garing
tak bisa merembeskan dingin di hatiku
meski tiap titisnya cuba mengairi sungai-sungai rasa
dalam atma jiwaku....
akan kutunggu musim itu kembali
merembes titis embun di hatiku....
Friday, March 29, 2013
~ GAPURA MALAM ~
~ GAPURA MALAM ~
Gerbang malam...
menyaksikan sadar berjerumat dengan bebenang rindu
dalam lena menghitung mimpi
mengucup wangian kasih di manis bibirku....
masih terus berimaginasi
dalam sketsa cinta yang pajang
bertatapan di setiap ceruk ruang
bersapa pada tiap yang bertandang
mencari tempat bermukin setelah penat berdagang...
di perjalanan ini…
hamparan sahara, adalah taman permainanku
saat dahaga menghitung tiap detik waktu
rembes tangis hilangkan dahaga...
di pendakian ini…
samudera membadai adalah tasik mandianku
saat ganasnya menghempas gelora di tiap netra
aku hanya diam membisu di pinggir telukku...
dan gerbang malam..
kaulah…. antara yang memahaminya….
antara senyum dan tangisku....
Gerbang malam...
menyaksikan sadar berjerumat dengan bebenang rindu
dalam lena menghitung mimpi
mengucup wangian kasih di manis bibirku....
masih terus berimaginasi
dalam sketsa cinta yang pajang
bertatapan di setiap ceruk ruang
bersapa pada tiap yang bertandang
mencari tempat bermukin setelah penat berdagang...
di perjalanan ini…
hamparan sahara, adalah taman permainanku
saat dahaga menghitung tiap detik waktu
rembes tangis hilangkan dahaga...
di pendakian ini…
samudera membadai adalah tasik mandianku
saat ganasnya menghempas gelora di tiap netra
aku hanya diam membisu di pinggir telukku...
dan gerbang malam..
kaulah…. antara yang memahaminya….
antara senyum dan tangisku....
Thursday, March 28, 2013
~ Tentang kita ~
~ Tentang kita ~
Kucanting larik-larik kisah antara kita
Dalam layar minda yang bersketsa
Entah apa yang ingin kuceritakan
Dan siapakah yang bisa membacanya
Kuconteng makna-makna kata tentang kita
Di kanvas berona jingga senja
Pada siapa untuk kusampaikan
Erti yang tergurat diam dalam dada
Kulukis bahasa rindu di dada pantai
Datang ombak mengelus sehabisnya badai
Tiada yang bisa menyelusuri jejak-jejak kisah
Yang hilang punca… tidak kutemui titik mula…
Dan di sinikah pengakhiran cerita
Masih tiada bilah-bilah makna
Untuk bisa kumengertikan
Tentang kita…
Kucanting larik-larik kisah antara kita
Dalam layar minda yang bersketsa
Entah apa yang ingin kuceritakan
Dan siapakah yang bisa membacanya
Kuconteng makna-makna kata tentang kita
Di kanvas berona jingga senja
Pada siapa untuk kusampaikan
Erti yang tergurat diam dalam dada
Kulukis bahasa rindu di dada pantai
Datang ombak mengelus sehabisnya badai
Tiada yang bisa menyelusuri jejak-jejak kisah
Yang hilang punca… tidak kutemui titik mula…
Dan di sinikah pengakhiran cerita
Masih tiada bilah-bilah makna
Untuk bisa kumengertikan
Tentang kita…
Wednesday, March 27, 2013
Edan Kesmaran
Edan Kesmaran
dalam pelayaran ini
aku tetapkan buritan,
dibadai ombak di tengah lautan,
kemudiku ini tak akan kubiarkan
kecundang lesu di tengah perjalanan,
kanterus berlayar menuju haluan,
biduk kecilku menata langit,
menunggu angin menerjahkan layar,
gagah kemudi menjajah samudera,
meredah taufan nan deras membelah,
badai itu masih tetap ku terjah
kerana edanku akan tetap
terus kesmaran....
dalam pelayaran ini
aku tetapkan buritan,
dibadai ombak di tengah lautan,
kemudiku ini tak akan kubiarkan
kecundang lesu di tengah perjalanan,
kanterus berlayar menuju haluan,
biduk kecilku menata langit,
menunggu angin menerjahkan layar,
gagah kemudi menjajah samudera,
meredah taufan nan deras membelah,
badai itu masih tetap ku terjah
kerana edanku akan tetap
terus kesmaran....
Tuesday, March 26, 2013
~Nyanyian Sang Arjuna~
~Nyanyian Sang Arjuna~
Dalam sunyi yang terlukis di kanvas maya.
Terdengar di kejauhan merdu suara sang arjuna
Menyanyikan aksara dalam kabut aksara
Mendendangkan sejuta ingin di hati kita
Suara itu menjemput aku.. kau... kita
Berjeda-jeda antara mimpi dan nyata
Meski basah gemanya dalam dingin gerimis
Namun masih nadanya menyentuh manis
Sungguh ...
Sunyi itu adalah lantun hatimu
Menerjah di ruang-ruang kosong dalam jiwaku
Dan indahnya adalah saat hembus bisikmu
Memenuhi ruang-ruang itu...
Dalam sunyi yang terlukis di kanvas maya.
Terdengar di kejauhan merdu suara sang arjuna
Menyanyikan aksara dalam kabut aksara
Mendendangkan sejuta ingin di hati kita
Suara itu menjemput aku.. kau... kita
Berjeda-jeda antara mimpi dan nyata
Meski basah gemanya dalam dingin gerimis
Namun masih nadanya menyentuh manis
Sungguh ...
Sunyi itu adalah lantun hatimu
Menerjah di ruang-ruang kosong dalam jiwaku
Dan indahnya adalah saat hembus bisikmu
Memenuhi ruang-ruang itu...
Sunday, February 24, 2013
~ MASIH AKU INGIN TERUS BERCERITA ~
~ MASIH AKU INGIN TERUS BERCERITA ~
terus kata itu masih mahu menghujat
terus bicara itu masih mahu melantun
lalu terpadam seketika resah jiwa sang penyair
yang hanyut dalam lubuk paling dalam
dan masih lagi puing-puing di atma jiwa
menahan retak-retak lelangit
dalam tugu yang hampir rebah
dan serpihan kata itu
terus kukutip
lalu kukumpul dalam kantung baldu
untuk kususun nanti bila tiba waktuku
ajarkan aku
kekasih…
terus kata itu masih mahu menghujat
terus bicara itu masih mahu melantun
lalu terpadam seketika resah jiwa sang penyair
yang hanyut dalam lubuk paling dalam
dan masih lagi puing-puing di atma jiwa
menahan retak-retak lelangit
dalam tugu yang hampir rebah
dan serpihan kata itu
terus kukutip
lalu kukumpul dalam kantung baldu
untuk kususun nanti bila tiba waktuku
ajarkan aku
kekasih…
Tuesday, February 19, 2013
~ BICARA SANG PENYAIR~
~ BICARA SANG PENYAIR~
lembar-lembar waktu …
kurajut menjadi hamparan kisah
yang bercerita tanpa suara
gurat-gurat luka …
kujadikan rona pelangi di hati
... menguak jendela pilu dalam dada
bara racun...
kucari penawarnya
buat membasahi hati yang dahaga
saat dahaga mengundang gersang dalam jiwa...
ampuh jiwaku mengendong bicara yang hadir di bibir
lantas kubiarkan jemari ini untuk terus menari
biarpun pincang nadanya
aku ingin ia bisa menggurat di bilah-bilah rasa
menyentuh hati kita-kita
yang bisa mengerti bahasa yang kueja
~Tanya Tanpa Jawab~
~Tanya Tanpa Jawab~
malam...
dakap kusamnya buat raga meneka-neka
pada tanya tanpa jawab
apa
kenapa
mengapa
terus tiada yang bisa hadir memberikan cahaya
meskipun hanya sependar kerdip si kunang-kunang
masih tetap kelam yang menyapa pandang....
dan kini...
hati terbelenggu dek sesal yang tak sudah
tegar aku mencari sinar di jeda malam
cuba melakar sejuta bintang di puncak rasa
dengan segala asa yang ada
merajut tiap rindu yang melukis mimpi
namun saat pelangi menegurku di hujung dini
baru kusedari, aku hanya kabut di hujung senja
yang tak pernah terkesan akan indahnya....
malam...
dakap kusamnya buat raga meneka-neka
pada tanya tanpa jawab
apa
kenapa
mengapa
terus tiada yang bisa hadir memberikan cahaya
meskipun hanya sependar kerdip si kunang-kunang
masih tetap kelam yang menyapa pandang....
dan kini...
hati terbelenggu dek sesal yang tak sudah
tegar aku mencari sinar di jeda malam
cuba melakar sejuta bintang di puncak rasa
dengan segala asa yang ada
merajut tiap rindu yang melukis mimpi
namun saat pelangi menegurku di hujung dini
baru kusedari, aku hanya kabut di hujung senja
yang tak pernah terkesan akan indahnya....
Sunday, February 17, 2013
~Bisik tanda tanpa jawab~
~Bisik tanda tanpa jawab~
Sendirian melukis rembulan di kamar malam
ranting-ranting rasa menggaru hati
masih kau pinta jawab-jawab yang tak pasti
lalu kubisikkan soal-soal yang benderang
bagaikan menyapa mentari di dada siang
namun
masih belum mampu kita jelaskan
tentang hati
tentang rasa
tentang mau
siapalah kita untuk memberi jawab
hinggakan ombak-ombak resah
terus berlagu di bibir pantai
maka sandarkan lenamu di bahuku
biar angin masih mau menjemput mimpi-mimpi kita
bersama menyelusuri damai biru laut
mencecahkan jejari di luas samudera
untuk terus kita cari
tanda-tanda yang membisikkan rasa
Sendirian melukis rembulan di kamar malam
ranting-ranting rasa menggaru hati
masih kau pinta jawab-jawab yang tak pasti
lalu kubisikkan soal-soal yang benderang
bagaikan menyapa mentari di dada siang
namun
masih belum mampu kita jelaskan
tentang hati
tentang rasa
tentang mau
siapalah kita untuk memberi jawab
hinggakan ombak-ombak resah
terus berlagu di bibir pantai
maka sandarkan lenamu di bahuku
biar angin masih mau menjemput mimpi-mimpi kita
bersama menyelusuri damai biru laut
mencecahkan jejari di luas samudera
untuk terus kita cari
tanda-tanda yang membisikkan rasa
Subscribe to:
Posts (Atom)