Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts

Tuesday, June 4, 2013

RIANGKU DIUJI

RIANGKU DIUJI

malam itu riang
berlari-lari mesra
langit kebiruan lagi terang
cahaya kilauan keemasan
berlagu-lagu suaraku berdendang
keindahan

hembusan nafasmu dengarku
bersama nadi menghidupkan
langkahku menelusuri hari kembali
dedaun jendela terbuka aku
tirai menutup helaian -helaian
tidak terlihat di embunan itu

kusibak ruang melata
entah mengapa kata-kata berbunga
menikam seluruh nadiku
pada diamku tak mampu
akhirnya gerimis melimpah
apakah semua itu
bagai luruhnya jantungku

kukutip sisa-sisa kembali
kucantumkan retakkan hati
memujuk aku di persinggahan diri
lagukan suaraku dalam sendiri
mengapa riangku sering teruji

penalukisan hati
ummi marsheyta
3/6/13

Sunday, May 12, 2013

TANGISAN ITU LUKA KAMU SENDU AKU

TANGISAN ITU LUKA KAMU SENDU AKU

Lelah dan letih kau tinggalkan aku
percikan airmata yang kau tumpahkan
untuk apa
nada sumbang kau bersuara
nafasku telah mati untuk kamu
menyibak tabir ratap tak bermakna
aku hanya meringankan luka
sebuah tangisan berkongsi derita

aku tersalah menafsirkan irama
bangun aku meringankan sendu lalu
kala langitku berwarna biru
tenang sudah sebuah kehilangan
saat duniaku tersenyum

tangisan itu datang
menumpang sendu
mengalir air kaca kepedihan
luka lalu terkoyak sesalan
untuk apa lagi
tangisan itu
merayu

langit pun berisak warna
hangat ditepian dermaga
dan aku takmampu berteriak
bersama kaca serpihan itu
hanya menyimpuh aku diam

penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Taiping

Aku cuba diam

Aku cuba diam

Aku tidak mahu pandang
aku tidak mahu lihat
aku diam
tapi diam aku
telah di jajah
oleh kemarahan

aku cuba diam
aku kawal perasaan
ego diri tertewas
menghasut diri memandang
penuh kebencian

aku cuba pandang
aku cuba lihat
sungguh kasihan
maruah akukah yang hilang.

penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13

Wednesday, May 1, 2013

KEMBALIKAN KECERIAAN WAJAH SENYUMAN

KEMBALIKAN KECERIAAN WAJAH SENYUMAN

Bagai tak mengecap lena
igauan hadir membelai sukma
di dada langit angin malam menyaji
mencari warna langkah tenang

embun hadir mengatur jaluran
membangkitkan wajah bertanya pada siang
usah sembunyikan warnanya
pada jendela kamar terbuka
luka kesiangan biarlah tergenggam
sudah takdir kehidupan
tangisan bukan pengakhiran
murung diri lontarkan

layarkan mewarnai tinta
larutkan hampa hanyutkanlah
di aliran rasa
tenggelamkan sendu lama
biarkan terus melimpah
gugurkan lesu biarkan berlarian
kembalikan wajah keceriaan
dalam senyuman

Eytajms
9/4/13
Taiping

Sunday, February 17, 2013

SERIBU TANYA KE MANA

SERIBU TANYA KE MANA

seribu tanya
dalam sendirianku
abjad yang sering bertandang
tidak berseru lagi
kemana

waktu seakan tidak tersampai
segala pesanan
dalam menunggu
tertanya hati
kemana

suarakan sedetik kata
khabar diri tidakkah terasa
kerisauan seluruh jagat alam ini
berseru

kujejak menerawang
menunggu bisiknya menyapa hati
gundah mendesah dalam dada
bagai terngiang suaramu
menitip rindu

di sini
bak embun yang mengalir
merindui hadir

EYTAJMS
11/2/13
Taiping

Thursday, January 24, 2013

MAAFKAN AKU

MAAFKAN AKU

Maafkan aku
coretanku lagi
menitip kata dalam sepi
kadang kala rindu menerjah hati
entah mengapa
bisikkan hati takmampu
pergi

maafkan aku
jiwaku kadangkala diulit emosi
tenggelam dalam sendiri
airmata tercurah tanpa
diri sedari

maafkan aku
lukisan jiwa yang terukir
takmampu terpadam
dalam pena menukilkan
kata-kata kasih sayang
walaupun hanya bahasa kiasan
berharap luahan menyenangkan
biarlah lirik mata memandang
berkata-katalah selagi indah kedengaran

maafkan aku
hatiku bernyanyi lagi
irama nada mungkin tersasar tanpa peduli
asyik diri diulit bayu pagi
dalam ilham tercari
melodi sumbang kedengaran lagi

maafkan aku
ungkapan hatiku
kadangkala keliru sendiri
mengungkap semua rasa
tak lagi tersembunyi

maafkan aku
haruskah ku berlari
atau berdiam diri diatas
semua yang telah terjadi

Eytajms
21/1/13
Taiping

Sunday, January 20, 2013

GETARAN CINTA

GETARAN CINTA

Getaran cinta itu kembali
genggam jemari mengalir rasa
gelora menikamku
bagai menusuk jiwa
hadirmu bukan igauan lena

desir angin malam
berseruling merdu
wajah malam berbisik cemburu
rembulan tersenyum
tatkala hati berdetik rasa

hamparan langit biru mengiringi airmata
sebak kerna ketulusan jiwa
kalimah cinta termakbul dalam doa
keramat bahasa cinta
terbuai diri di alam bahagia

renungan manja itu
tertewas kaku dalam pancaran mata
bunga-bunga kasih bertaburan rasa
ruang hati bergema
rasa berbingkaikan sama
bahagia menyatukan cinta
ikatan kasih dalam pelukan asmara.

Eytajms
16/1/13
Taiping

DI BATAS SENDIRIAN TANPA TAMU

DI BATAS SENDIRIAN TANPA TAMU

wajah malam menyapa cahaya kusam
purnama gemerlap di langit jiwa
awan berarak tinggalkan
taburan hujan
hening malam yang mencengkam
ada limpahan cerita bertamu

resah di wajah itu bagai menjerut hati
namun
alam berteriak ceria
menumpang diri dalam tawa
hingga saat itu terlupa seketika
dalam menongkah seribu rahsia

saat diri tersesat di hujung pena
permainan kata bermula
langkah alunan dalam jemari
berdansa sama
keterbatasan aksara tiada
yang terkadang tersungkur
di batas sendiri

entah mengapa
lena malam sering bermimpi
jemari tertanggal lagi
tiada tamu sudi menyapa hari
sendirianku berdiam diri
mengemudi perasaan sendiri

UMMI MARSHEYTA
15/1/13
TAIPING
JAM 1.05pagi

Sunday, January 13, 2013

CORETAN TAMU DALAM PENAKU

CORETAN TAMU DALAM PENAKU

Detik waktu perlahan melintas
menghitung waktu
bersama angin lirih
di kala pagi bersahaja

kubelai pena
tidak mampu pisahkan
dalam jemari mengenggam
menemani sandaran lelah
tawa senyum coretan terhibur
oleh camar riuh

pena ini merajut kisah
perlahan terkelupas oleh tinta
mengisi ruang-ruang pena
di antara suramnya wajah alam
mampu kaburkan di sebalik keindahan

kugoreskan aksara bertandang
berdendang ria
dalam tajam pena berbalas
tidak kucemarkan coretan tamu
kutitipkan seindah
dalam diri masih mampu mengenggam pena
agar tidak terlepas

Eytajms
13/1/13
Taiping

Friday, January 11, 2013

RENUNGLAH WAJAH ANAKMU

RENUNGLAH WAJAH ANAKMU

Tangisan si kecil
sakitkan dia
hanya diam
terlihat linangan di ujung mata

membenamkan kisah
rasa tak percaya
mengapa masih ada
bertopeng pura wajah pembela
alir darah sama
dari benih berharga

hadir si kecil ditatap belai
bukan hayunan ganas
diherdik tampar apa lagi
berbekas-bekas birat
belas kesian sudah tenggelam
ditelan nafsu menganas
tanpa peduli tangisan
dera kekejaman
bagai musuh di tangan
mana belas ehsan
si kecil dibaling bagai patung mainan

terngiang tawa si kecil
wajah tanpa dosa
umpama kain putih
mengapa ada insan tiada berperikemanusian
menganas pada tangan sepatutnya
membelai
amanah di tangan hilang pertimbangan

tataplah wajah si kecil itu
renungkan mata halus
mata itu kamu
wajah itu wajahmu
darah mengalir itu
dari darahmu
mengapa ganas diri tanpa peduli
ikut hati sesal nanti

Eytajms
10/1/13
Taiping

PANTUN IMAN DALAM DIRI

PANTUN IMAN DALAM DIRI

Tiba malam bulan mengambang
sambil memandang hulurkan tangan
jangan biarkan diri tak seimbang
dunia akhirat bukan mainan

Buat sajian di tengah laman
jemput tetamu bersama teman
kemarau di hati usah di layan
sejukkan diri mengingati tuhan

Hujan turun bermula petang
cuaca terang bukan penghalang
bertemu teman tidak pulang
jangan sekali tinggalkan sembahyang

Langkah kaki dalam mendaki
hujan turun tak henti-henti
dalam hati sering berdengki
kalau iman tidak di hati

Sambil tangan pegang parang
usul cerita sudah di tangan
dunia kehidupan ada penghalang
jangan biarkan ilmu berterbangan

Embun dingin memusuhi
wajah malam bagai berlari
kita semua hamba ILLAHI
jangan angkuh bangga diri

Eytajms
10/1/13
Taiping

DEBUNGA RINDU LAYU DI GENGGAMAN

DEBUNGA RINDU LAYU DI GENGGAMAN

Debunga rindu
dalam kelopak mawar semakin keguguran
kemarau hati seakan kering kontang
rintik-rintih gerimis menyegarkan
kembali

namun
kemarau lagi
dalam rimbunan dedaun hijau
ada duri menikam
luka terhiris diam
dalam mentari hadir
gerimis mengundang datang
berarak mendung membawa diri

kini
di batas kekeringan
debu-debu berterbangan
hamparan terbiar usang
mekar haruman seakan hilang
tiada lagi debunga berkelopak mekar
kuntuman kasih layu di batasan
kelopaknya patah di genggaman

Eytajms
11/1/13
Taiping

RAHSIA BERLAYAR BAHTERA

RAHSIA BERLAYAR BAHTERA

Melukis mendung di awan
datang bayu memandang
lalu diam
di tirai pagi termenung aku

bagaimana mentari setia
menyinar
dalam gerimis hadir
bahasa hati lantas tertanya

tak akan pernah tahu
begitulah gambaran terjadi
embun yang menanti tanpa jemu
sang fajar menyingsing hari
keperitan bertahan

saat mentari menunduk hari
wajah -wajah lesu masih setia menunggu
kala berlabuh di hujung malam
masih sabar menanti kepulangan
dalam wajah tersenyum
kebahagian

itulah rahsia alam
setiap bahasa terbit
dari dasar hati
dalam berlabuhkan layar bersama kemudi
melayarkan bersama alunan ombak
dalam mengenggam sauh berhati-hati
agar tidak tenggelam di dasar lautan
sendiri.

Eytajms
10/1/13
taiping

Tuesday, January 8, 2013

UKIRAN PENA ILHAM KATA

UKIRAN PENA ILHAM KATA

Lama kupandang
bola mata yang terbentur di sana
menatap langit memutih dibalik awan
tidak beranjak dalam mengeja
seribu puisi menitip di laman kata
berkias dalam cerita
seribu makna tersembunyi
didalam lingkaran pena

puitis bahasa masih beradap jaga
tutur santun memaparkan rupa
langkah alunan gemalai sukma
saat tarian pena bermain tarinya
bertitik mula lagu dan irama
dendang kata tersentuh jiwa
mendodoikan alunannya
terulit dilingkaran pena

menanggalkan pena bagai tidak
kuasa apa hingga asyik terbuai
melukis lakaran menjadi tidak
namun kuasa ilham datang tanpa seru
diundang
andai ilham terpisah dan jemari rebah
ada airmata tertumpah
hanya ukiran pena menjadi sejarah

Eytajms
Ummi Marsheyta
7/1/13

Sunday, January 6, 2013

BANGUNKAN DIRI JANGAN IKUT HATI

BANGUNKAN DIRI JANGAN IKUT HATI

Tirai dedauan kamar masih berlabuh
pelukan lena diulit keasyikan
rintik-rintik hujan di ujung embun
mendakap diri merapatkan sendi
diingin hari mengiringi cuaca terang
berbungkus selimut lagi di pembaringan

leka waktu kian pergi
menunggu saat berlabuh hari
terang cuaca dalam mentari terbit pagi
wajah mendung disingkir kabus
bagai mengalah berbagi
wajah awan menawan hari
langit kebiruan terukir seri
senyuman hari terhidang saji

usah ikut pujukan lena
langkahkan hari mengiringi cuaca
waktu masih berbagi
musim berganti hari
taburan gerimis bersinggah hadir
ribut dedaun menduga rasa
lambaian hijau masih berwarna
terik mentari masih memandang
silauan mata sebentar
dalam perit masih menelusi
hembusan nafas terasa
dan nadi berdetik
laluilah waktu
usah mengalah di lewat masa
sia-sia hari dalam bernyawa.

Eytajms
5/1/13
Taiping

Thursday, January 3, 2013

BUKAN BERADU HEBAT

BUKAN BERADU HEBAT

Bisik pasir menghantar suara
terasa desau angin mengelus dedaunan
dalam lambaian puisi bercengkrama
mula menari getar mengikut arus nada

kukhabarkan di langit biru
dalam tampil diri memerhati
selalu menjerat hadir di celahan warna
kejernihan manik-manik embun pagi
terlalu indah bertuah tanah yang segar
walaupun terketar-ketar

senda gurauan dalam terisi makna
rancak mengutip senyum
usaikan malu bercanda menitip aksara
pada setiap percikan lirik irama pena

bukan beradu saing kehebatan
dari arca kerapuhan
kekadang disakat terjah
dengan dentum amarah wajar dibuang
nyamankan kesejukan diri
dihalaman erat menyusun pena
dalam ikatan memaut rasa

Eytajms
3/1/13
Taiping.

Wednesday, January 2, 2013

TINGGI RENDAH KITA JELAS NYATA

TINGGI RENDAH KITA JELAS NYATA

Aku siapa
kamu siapa
tinggi dan rendah kita
ketara jelas

untuk bicara tidak terungkap
dalam getar rasa
bagai kerdil diri
berdiri dalam hebat semua
bermadah

tinggi bahasa
dalam jiwa tersentuh
sekali memandang pena berkias kata
tertunduk diri bagai mengecil tubuh
dalam jelas wajah dilihat
siapa aku

hanya bayang melihat dihadapan cermin
mampu nukilkan pena sendiri
layakkah berdamping hebat
siapa aku
selayak kamu

Eytajms
penaku hatiku
0101013
taiping

Tuesday, January 1, 2013

BERALIH ANGKA TIDAK GUGATKAN ARAHMU

BERALIH ANGKA TIDAK GUGATKAN ARAHMU

Benarkah jejak kubertukar
kehangatan masih belum kurasa
bagai meniti sehari dua

perjalanan mengelilingi batas
dalam terpejam mata
dunia sudah beralih
dari angka ke angka

namun diri masih bertangga
disini kaki berdiri
langkah masih berpijak jejak sama
kupandang langit tidak berubah
arah bayangan diri masih tetap mengekori
rentak alunan kata tiada bertukar nada
kita jalani ulangan yang sama
dan kisah kita berlainan cerita

namun dunia takan pernah perdulikan
pada kisah lalu
semua yang ada dalam masa lalu
biarkanlah terkubur dalam waktu

kulabuhkan tirai yang hanya sepenggal waktu
jendela kubertukar lagi
dalam dunia masih berpaksi sama
arah kumasih arah yang satu
dalam doaku agar terus
terpaku dalam kalimah-Mu

Eytajms
(penaku wajahku)
10102013
taiping

Monday, December 31, 2012

DITEWASKAN OLEH KELEMBUTAN HATI

DITEWASKAN OLEH KELEMBUTAN HATI

Entah
bagai bisu berkata
nada tidak gema
olahan alunan terhenti
dalam irama sendiri

terbelenggu ruang dan waktu
kubertahan dari rasa
tak mampu kubuang serta menerima
selama terdiam
mengiringi setiap langkah
tak seindah kelihatan

diriku memang lemah
dengan tegarnya buatku sakit sendiri
egoku berperang dengan sekeping hati
terus bergulir tanpa henti
terlarut seakan jiwa seakan mati
separuh lelahku bagai melampau
untuk apa
membara kehangatan hati

duhai rasa
kembalilah mengurungku dalam sabar
tertewas diri menunduk
seperti angin membelai ilalang
agar separuh jiwaku ditawan oleh kelembutan hati

Eytajms
31012012
taiping

Sunday, December 30, 2012

MENGEJAR PELANGI

MENGEJAR PELANGI

Berlari diri mengejar pelangi
dalam gerimis
meredah denai batas ada
namun sampai di hujung
tercari-cari
ke mana pelangi...

Eytajms
30012012
Taiping