RIANGKU DIUJI
malam itu riang
berlari-lari mesra
langit kebiruan lagi terang
cahaya kilauan keemasan
berlagu-lagu suaraku berdendang
keindahan
hembusan nafasmu dengarku
bersama nadi menghidupkan
langkahku menelusuri hari kembali
dedaun jendela terbuka aku
tirai menutup helaian -helaian
tidak terlihat di embunan itu
kusibak ruang melata
entah mengapa kata-kata berbunga
menikam seluruh nadiku
pada diamku tak mampu
akhirnya gerimis melimpah
apakah semua itu
bagai luruhnya jantungku
kukutip sisa-sisa kembali
kucantumkan retakkan hati
memujuk aku di persinggahan diri
lagukan suaraku dalam sendiri
mengapa riangku sering teruji
penalukisan hati
ummi marsheyta
3/6/13
Followers
Carian Dalam Blog Ini
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Tuesday, June 4, 2013
Sunday, May 12, 2013
TANGISAN ITU LUKA KAMU SENDU AKU
TANGISAN ITU LUKA KAMU SENDU AKU
Lelah dan letih kau tinggalkan aku
percikan airmata yang kau tumpahkan
untuk apa
nada sumbang kau bersuara
nafasku telah mati untuk kamu
menyibak tabir ratap tak bermakna
aku hanya meringankan luka
sebuah tangisan berkongsi derita
aku tersalah menafsirkan irama
bangun aku meringankan sendu lalu
kala langitku berwarna biru
tenang sudah sebuah kehilangan
saat duniaku tersenyum
tangisan itu datang
menumpang sendu
mengalir air kaca kepedihan
luka lalu terkoyak sesalan
untuk apa lagi
tangisan itu
merayu
langit pun berisak warna
hangat ditepian dermaga
dan aku takmampu berteriak
bersama kaca serpihan itu
hanya menyimpuh aku diam
penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Taiping
Lelah dan letih kau tinggalkan aku
percikan airmata yang kau tumpahkan
untuk apa
nada sumbang kau bersuara
nafasku telah mati untuk kamu
menyibak tabir ratap tak bermakna
aku hanya meringankan luka
sebuah tangisan berkongsi derita
aku tersalah menafsirkan irama
bangun aku meringankan sendu lalu
kala langitku berwarna biru
tenang sudah sebuah kehilangan
saat duniaku tersenyum
tangisan itu datang
menumpang sendu
mengalir air kaca kepedihan
luka lalu terkoyak sesalan
untuk apa lagi
tangisan itu
merayu
langit pun berisak warna
hangat ditepian dermaga
dan aku takmampu berteriak
bersama kaca serpihan itu
hanya menyimpuh aku diam
penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Taiping
Aku cuba diam
Aku cuba diam
Aku tidak mahu pandang
aku tidak mahu lihat
aku diam
tapi diam aku
telah di jajah
oleh kemarahan
aku cuba diam
aku kawal perasaan
ego diri tertewas
menghasut diri memandang
penuh kebencian
aku cuba pandang
aku cuba lihat
sungguh kasihan
maruah akukah yang hilang.
penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Aku tidak mahu pandang
aku tidak mahu lihat
aku diam
tapi diam aku
telah di jajah
oleh kemarahan
aku cuba diam
aku kawal perasaan
ego diri tertewas
menghasut diri memandang
penuh kebencian
aku cuba pandang
aku cuba lihat
sungguh kasihan
maruah akukah yang hilang.
penalukisan hati
ummi marsheyta
4/5/13
Wednesday, May 1, 2013
KEMBALIKAN KECERIAAN WAJAH SENYUMAN
KEMBALIKAN KECERIAAN WAJAH SENYUMAN
Bagai tak mengecap lena
igauan hadir membelai sukma
di dada langit angin malam menyaji
mencari warna langkah tenang
embun hadir mengatur jaluran
membangkitkan wajah bertanya pada siang
usah sembunyikan warnanya
pada jendela kamar terbuka
luka kesiangan biarlah tergenggam
sudah takdir kehidupan
tangisan bukan pengakhiran
murung diri lontarkan
layarkan mewarnai tinta
larutkan hampa hanyutkanlah
di aliran rasa
tenggelamkan sendu lama
biarkan terus melimpah
gugurkan lesu biarkan berlarian
kembalikan wajah keceriaan
dalam senyuman
Eytajms
9/4/13
Taiping
Bagai tak mengecap lena
igauan hadir membelai sukma
di dada langit angin malam menyaji
mencari warna langkah tenang
embun hadir mengatur jaluran
membangkitkan wajah bertanya pada siang
usah sembunyikan warnanya
pada jendela kamar terbuka
luka kesiangan biarlah tergenggam
sudah takdir kehidupan
tangisan bukan pengakhiran
murung diri lontarkan
layarkan mewarnai tinta
larutkan hampa hanyutkanlah
di aliran rasa
tenggelamkan sendu lama
biarkan terus melimpah
gugurkan lesu biarkan berlarian
kembalikan wajah keceriaan
dalam senyuman
Eytajms
9/4/13
Taiping
Sunday, February 17, 2013
SERIBU TANYA KE MANA
SERIBU TANYA KE MANA
seribu tanya
dalam sendirianku
abjad yang sering bertandang
tidak berseru lagi
kemana
waktu seakan tidak tersampai
segala pesanan
dalam menunggu
tertanya hati
kemana
suarakan sedetik kata
khabar diri tidakkah terasa
kerisauan seluruh jagat alam ini
berseru
kujejak menerawang
menunggu bisiknya menyapa hati
gundah mendesah dalam dada
bagai terngiang suaramu
menitip rindu
di sini
bak embun yang mengalir
merindui hadir
EYTAJMS
11/2/13
Taiping
seribu tanya
dalam sendirianku
abjad yang sering bertandang
tidak berseru lagi
kemana
waktu seakan tidak tersampai
segala pesanan
dalam menunggu
tertanya hati
kemana
suarakan sedetik kata
khabar diri tidakkah terasa
kerisauan seluruh jagat alam ini
berseru
kujejak menerawang
menunggu bisiknya menyapa hati
gundah mendesah dalam dada
bagai terngiang suaramu
menitip rindu
di sini
bak embun yang mengalir
merindui hadir
EYTAJMS
11/2/13
Taiping
Thursday, January 24, 2013
MAAFKAN AKU
MAAFKAN AKU
Maafkan aku
coretanku lagi
menitip kata dalam sepi
kadang kala rindu menerjah hati
entah mengapa
bisikkan hati takmampu
pergi
maafkan aku
jiwaku kadangkala diulit emosi
tenggelam dalam sendiri
airmata tercurah tanpa
diri sedari
maafkan aku
lukisan jiwa yang terukir
takmampu terpadam
dalam pena menukilkan
kata-kata kasih sayang
walaupun hanya bahasa kiasan
berharap luahan menyenangkan
biarlah lirik mata memandang
berkata-katalah selagi indah kedengaran
maafkan aku
hatiku bernyanyi lagi
irama nada mungkin tersasar tanpa peduli
asyik diri diulit bayu pagi
dalam ilham tercari
melodi sumbang kedengaran lagi
maafkan aku
ungkapan hatiku
kadangkala keliru sendiri
mengungkap semua rasa
tak lagi tersembunyi
maafkan aku
haruskah ku berlari
atau berdiam diri diatas
semua yang telah terjadi
Eytajms
21/1/13
Taiping
Maafkan aku
coretanku lagi
menitip kata dalam sepi
kadang kala rindu menerjah hati
entah mengapa
bisikkan hati takmampu
pergi
maafkan aku
jiwaku kadangkala diulit emosi
tenggelam dalam sendiri
airmata tercurah tanpa
diri sedari
maafkan aku
lukisan jiwa yang terukir
takmampu terpadam
dalam pena menukilkan
kata-kata kasih sayang
walaupun hanya bahasa kiasan
berharap luahan menyenangkan
biarlah lirik mata memandang
berkata-katalah selagi indah kedengaran
maafkan aku
hatiku bernyanyi lagi
irama nada mungkin tersasar tanpa peduli
asyik diri diulit bayu pagi
dalam ilham tercari
melodi sumbang kedengaran lagi
maafkan aku
ungkapan hatiku
kadangkala keliru sendiri
mengungkap semua rasa
tak lagi tersembunyi
maafkan aku
haruskah ku berlari
atau berdiam diri diatas
semua yang telah terjadi
Eytajms
21/1/13
Taiping
Sunday, January 20, 2013
GETARAN CINTA
GETARAN CINTA
Getaran cinta itu kembali
genggam jemari mengalir rasa
gelora menikamku
bagai menusuk jiwa
hadirmu bukan igauan lena
desir angin malam
berseruling merdu
wajah malam berbisik cemburu
rembulan tersenyum
tatkala hati berdetik rasa
hamparan langit biru mengiringi airmata
sebak kerna ketulusan jiwa
kalimah cinta termakbul dalam doa
keramat bahasa cinta
terbuai diri di alam bahagia
renungan manja itu
tertewas kaku dalam pancaran mata
bunga-bunga kasih bertaburan rasa
ruang hati bergema
rasa berbingkaikan sama
bahagia menyatukan cinta
ikatan kasih dalam pelukan asmara.
Eytajms
16/1/13
Taiping
Getaran cinta itu kembali
genggam jemari mengalir rasa
gelora menikamku
bagai menusuk jiwa
hadirmu bukan igauan lena
desir angin malam
berseruling merdu
wajah malam berbisik cemburu
rembulan tersenyum
tatkala hati berdetik rasa
hamparan langit biru mengiringi airmata
sebak kerna ketulusan jiwa
kalimah cinta termakbul dalam doa
keramat bahasa cinta
terbuai diri di alam bahagia
renungan manja itu
tertewas kaku dalam pancaran mata
bunga-bunga kasih bertaburan rasa
ruang hati bergema
rasa berbingkaikan sama
bahagia menyatukan cinta
ikatan kasih dalam pelukan asmara.
Eytajms
16/1/13
Taiping
DI BATAS SENDIRIAN TANPA TAMU
DI BATAS SENDIRIAN TANPA TAMU
wajah malam menyapa cahaya kusam
purnama gemerlap di langit jiwa
awan berarak tinggalkan
taburan hujan
hening malam yang mencengkam
ada limpahan cerita bertamu
resah di wajah itu bagai menjerut hati
namun
alam berteriak ceria
menumpang diri dalam tawa
hingga saat itu terlupa seketika
dalam menongkah seribu rahsia
saat diri tersesat di hujung pena
permainan kata bermula
langkah alunan dalam jemari
berdansa sama
keterbatasan aksara tiada
yang terkadang tersungkur
di batas sendiri
entah mengapa
lena malam sering bermimpi
jemari tertanggal lagi
tiada tamu sudi menyapa hari
sendirianku berdiam diri
mengemudi perasaan sendiri
UMMI MARSHEYTA
15/1/13
TAIPING
JAM 1.05pagi
wajah malam menyapa cahaya kusam
purnama gemerlap di langit jiwa
awan berarak tinggalkan
taburan hujan
hening malam yang mencengkam
ada limpahan cerita bertamu
resah di wajah itu bagai menjerut hati
namun
alam berteriak ceria
menumpang diri dalam tawa
hingga saat itu terlupa seketika
dalam menongkah seribu rahsia
saat diri tersesat di hujung pena
permainan kata bermula
langkah alunan dalam jemari
berdansa sama
keterbatasan aksara tiada
yang terkadang tersungkur
di batas sendiri
entah mengapa
lena malam sering bermimpi
jemari tertanggal lagi
tiada tamu sudi menyapa hari
sendirianku berdiam diri
mengemudi perasaan sendiri
UMMI MARSHEYTA
15/1/13
TAIPING
JAM 1.05pagi
Sunday, January 13, 2013
CORETAN TAMU DALAM PENAKU
CORETAN TAMU DALAM PENAKU
Detik waktu perlahan melintas
menghitung waktu
bersama angin lirih
di kala pagi bersahaja
kubelai pena
tidak mampu pisahkan
dalam jemari mengenggam
menemani sandaran lelah
tawa senyum coretan terhibur
oleh camar riuh
pena ini merajut kisah
perlahan terkelupas oleh tinta
mengisi ruang-ruang pena
di antara suramnya wajah alam
mampu kaburkan di sebalik keindahan
kugoreskan aksara bertandang
berdendang ria
dalam tajam pena berbalas
tidak kucemarkan coretan tamu
kutitipkan seindah
dalam diri masih mampu mengenggam pena
agar tidak terlepas
Eytajms
13/1/13
Taiping
Detik waktu perlahan melintas
menghitung waktu
bersama angin lirih
di kala pagi bersahaja
kubelai pena
tidak mampu pisahkan
dalam jemari mengenggam
menemani sandaran lelah
tawa senyum coretan terhibur
oleh camar riuh
pena ini merajut kisah
perlahan terkelupas oleh tinta
mengisi ruang-ruang pena
di antara suramnya wajah alam
mampu kaburkan di sebalik keindahan
kugoreskan aksara bertandang
berdendang ria
dalam tajam pena berbalas
tidak kucemarkan coretan tamu
kutitipkan seindah
dalam diri masih mampu mengenggam pena
agar tidak terlepas
Eytajms
13/1/13
Taiping
Friday, January 11, 2013
RENUNGLAH WAJAH ANAKMU
RENUNGLAH WAJAH ANAKMU
Tangisan si kecil
sakitkan dia
hanya diam
terlihat linangan di ujung mata
membenamkan kisah
rasa tak percaya
mengapa masih ada
bertopeng pura wajah pembela
alir darah sama
dari benih berharga
hadir si kecil ditatap belai
bukan hayunan ganas
diherdik tampar apa lagi
berbekas-bekas birat
belas kesian sudah tenggelam
ditelan nafsu menganas
tanpa peduli tangisan
dera kekejaman
bagai musuh di tangan
mana belas ehsan
si kecil dibaling bagai patung mainan
terngiang tawa si kecil
wajah tanpa dosa
umpama kain putih
mengapa ada insan tiada berperikemanusian
menganas pada tangan sepatutnya
membelai
amanah di tangan hilang pertimbangan
tataplah wajah si kecil itu
renungkan mata halus
mata itu kamu
wajah itu wajahmu
darah mengalir itu
dari darahmu
mengapa ganas diri tanpa peduli
ikut hati sesal nanti
Eytajms
10/1/13
Taiping
Tangisan si kecil
sakitkan dia
hanya diam
terlihat linangan di ujung mata
membenamkan kisah
rasa tak percaya
mengapa masih ada
bertopeng pura wajah pembela
alir darah sama
dari benih berharga
hadir si kecil ditatap belai
bukan hayunan ganas
diherdik tampar apa lagi
berbekas-bekas birat
belas kesian sudah tenggelam
ditelan nafsu menganas
tanpa peduli tangisan
dera kekejaman
bagai musuh di tangan
mana belas ehsan
si kecil dibaling bagai patung mainan
terngiang tawa si kecil
wajah tanpa dosa
umpama kain putih
mengapa ada insan tiada berperikemanusian
menganas pada tangan sepatutnya
membelai
amanah di tangan hilang pertimbangan
tataplah wajah si kecil itu
renungkan mata halus
mata itu kamu
wajah itu wajahmu
darah mengalir itu
dari darahmu
mengapa ganas diri tanpa peduli
ikut hati sesal nanti
Eytajms
10/1/13
Taiping
PANTUN IMAN DALAM DIRI
PANTUN IMAN DALAM DIRI
Tiba malam bulan mengambang
sambil memandang hulurkan tangan
jangan biarkan diri tak seimbang
dunia akhirat bukan mainan
Buat sajian di tengah laman
jemput tetamu bersama teman
kemarau di hati usah di layan
sejukkan diri mengingati tuhan
Hujan turun bermula petang
cuaca terang bukan penghalang
bertemu teman tidak pulang
jangan sekali tinggalkan sembahyang
Langkah kaki dalam mendaki
hujan turun tak henti-henti
dalam hati sering berdengki
kalau iman tidak di hati
Sambil tangan pegang parang
usul cerita sudah di tangan
dunia kehidupan ada penghalang
jangan biarkan ilmu berterbangan
Embun dingin memusuhi
wajah malam bagai berlari
kita semua hamba ILLAHI
jangan angkuh bangga diri
Eytajms
10/1/13
Taiping
Tiba malam bulan mengambang
sambil memandang hulurkan tangan
jangan biarkan diri tak seimbang
dunia akhirat bukan mainan
Buat sajian di tengah laman
jemput tetamu bersama teman
kemarau di hati usah di layan
sejukkan diri mengingati tuhan
Hujan turun bermula petang
cuaca terang bukan penghalang
bertemu teman tidak pulang
jangan sekali tinggalkan sembahyang
Langkah kaki dalam mendaki
hujan turun tak henti-henti
dalam hati sering berdengki
kalau iman tidak di hati
Sambil tangan pegang parang
usul cerita sudah di tangan
dunia kehidupan ada penghalang
jangan biarkan ilmu berterbangan
Embun dingin memusuhi
wajah malam bagai berlari
kita semua hamba ILLAHI
jangan angkuh bangga diri
Eytajms
10/1/13
Taiping
DEBUNGA RINDU LAYU DI GENGGAMAN
DEBUNGA RINDU LAYU DI GENGGAMAN
Debunga rindu
dalam kelopak mawar semakin keguguran
kemarau hati seakan kering kontang
rintik-rintih gerimis menyegarkan
kembali
namun
kemarau lagi
dalam rimbunan dedaun hijau
ada duri menikam
luka terhiris diam
dalam mentari hadir
gerimis mengundang datang
berarak mendung membawa diri
kini
di batas kekeringan
debu-debu berterbangan
hamparan terbiar usang
mekar haruman seakan hilang
tiada lagi debunga berkelopak mekar
kuntuman kasih layu di batasan
kelopaknya patah di genggaman
Eytajms
11/1/13
Taiping
Debunga rindu
dalam kelopak mawar semakin keguguran
kemarau hati seakan kering kontang
rintik-rintih gerimis menyegarkan
kembali
namun
kemarau lagi
dalam rimbunan dedaun hijau
ada duri menikam
luka terhiris diam
dalam mentari hadir
gerimis mengundang datang
berarak mendung membawa diri
kini
di batas kekeringan
debu-debu berterbangan
hamparan terbiar usang
mekar haruman seakan hilang
tiada lagi debunga berkelopak mekar
kuntuman kasih layu di batasan
kelopaknya patah di genggaman
Eytajms
11/1/13
Taiping
RAHSIA BERLAYAR BAHTERA
RAHSIA BERLAYAR BAHTERA
Melukis mendung di awan
datang bayu memandang
lalu diam
di tirai pagi termenung aku
bagaimana mentari setia
menyinar
dalam gerimis hadir
bahasa hati lantas tertanya
tak akan pernah tahu
begitulah gambaran terjadi
embun yang menanti tanpa jemu
sang fajar menyingsing hari
keperitan bertahan
saat mentari menunduk hari
wajah -wajah lesu masih setia menunggu
kala berlabuh di hujung malam
masih sabar menanti kepulangan
dalam wajah tersenyum
kebahagian
itulah rahsia alam
setiap bahasa terbit
dari dasar hati
dalam berlabuhkan layar bersama kemudi
melayarkan bersama alunan ombak
dalam mengenggam sauh berhati-hati
agar tidak tenggelam di dasar lautan
sendiri.
Eytajms
10/1/13
taiping
Melukis mendung di awan
datang bayu memandang
lalu diam
di tirai pagi termenung aku
bagaimana mentari setia
menyinar
dalam gerimis hadir
bahasa hati lantas tertanya
tak akan pernah tahu
begitulah gambaran terjadi
embun yang menanti tanpa jemu
sang fajar menyingsing hari
keperitan bertahan
saat mentari menunduk hari
wajah -wajah lesu masih setia menunggu
kala berlabuh di hujung malam
masih sabar menanti kepulangan
dalam wajah tersenyum
kebahagian
itulah rahsia alam
setiap bahasa terbit
dari dasar hati
dalam berlabuhkan layar bersama kemudi
melayarkan bersama alunan ombak
dalam mengenggam sauh berhati-hati
agar tidak tenggelam di dasar lautan
sendiri.
Eytajms
10/1/13
taiping
Tuesday, January 8, 2013
UKIRAN PENA ILHAM KATA
UKIRAN PENA ILHAM KATA
Lama kupandang
bola mata yang terbentur di sana
menatap langit memutih dibalik awan
tidak beranjak dalam mengeja
seribu puisi menitip di laman kata
berkias dalam cerita
seribu makna tersembunyi
didalam lingkaran pena
puitis bahasa masih beradap jaga
tutur santun memaparkan rupa
langkah alunan gemalai sukma
saat tarian pena bermain tarinya
bertitik mula lagu dan irama
dendang kata tersentuh jiwa
mendodoikan alunannya
terulit dilingkaran pena
menanggalkan pena bagai tidak
kuasa apa hingga asyik terbuai
melukis lakaran menjadi tidak
namun kuasa ilham datang tanpa seru
diundang
andai ilham terpisah dan jemari rebah
ada airmata tertumpah
hanya ukiran pena menjadi sejarah
Eytajms
Ummi Marsheyta
7/1/13
Lama kupandang
bola mata yang terbentur di sana
menatap langit memutih dibalik awan
tidak beranjak dalam mengeja
seribu puisi menitip di laman kata
berkias dalam cerita
seribu makna tersembunyi
didalam lingkaran pena
puitis bahasa masih beradap jaga
tutur santun memaparkan rupa
langkah alunan gemalai sukma
saat tarian pena bermain tarinya
bertitik mula lagu dan irama
dendang kata tersentuh jiwa
mendodoikan alunannya
terulit dilingkaran pena
menanggalkan pena bagai tidak
kuasa apa hingga asyik terbuai
melukis lakaran menjadi tidak
namun kuasa ilham datang tanpa seru
diundang
andai ilham terpisah dan jemari rebah
ada airmata tertumpah
hanya ukiran pena menjadi sejarah
Eytajms
Ummi Marsheyta
7/1/13
Sunday, January 6, 2013
BANGUNKAN DIRI JANGAN IKUT HATI
BANGUNKAN DIRI JANGAN IKUT HATI
Tirai dedauan kamar masih berlabuh
pelukan lena diulit keasyikan
rintik-rintik hujan di ujung embun
mendakap diri merapatkan sendi
diingin hari mengiringi cuaca terang
berbungkus selimut lagi di pembaringan
leka waktu kian pergi
menunggu saat berlabuh hari
terang cuaca dalam mentari terbit pagi
wajah mendung disingkir kabus
bagai mengalah berbagi
wajah awan menawan hari
langit kebiruan terukir seri
senyuman hari terhidang saji
usah ikut pujukan lena
langkahkan hari mengiringi cuaca
waktu masih berbagi
musim berganti hari
taburan gerimis bersinggah hadir
ribut dedaun menduga rasa
lambaian hijau masih berwarna
terik mentari masih memandang
silauan mata sebentar
dalam perit masih menelusi
hembusan nafas terasa
dan nadi berdetik
laluilah waktu
usah mengalah di lewat masa
sia-sia hari dalam bernyawa.
Eytajms
5/1/13
Taiping
Tirai dedauan kamar masih berlabuh
pelukan lena diulit keasyikan
rintik-rintik hujan di ujung embun
mendakap diri merapatkan sendi
diingin hari mengiringi cuaca terang
berbungkus selimut lagi di pembaringan
leka waktu kian pergi
menunggu saat berlabuh hari
terang cuaca dalam mentari terbit pagi
wajah mendung disingkir kabus
bagai mengalah berbagi
wajah awan menawan hari
langit kebiruan terukir seri
senyuman hari terhidang saji
usah ikut pujukan lena
langkahkan hari mengiringi cuaca
waktu masih berbagi
musim berganti hari
taburan gerimis bersinggah hadir
ribut dedaun menduga rasa
lambaian hijau masih berwarna
terik mentari masih memandang
silauan mata sebentar
dalam perit masih menelusi
hembusan nafas terasa
dan nadi berdetik
laluilah waktu
usah mengalah di lewat masa
sia-sia hari dalam bernyawa.
Eytajms
5/1/13
Taiping
Thursday, January 3, 2013
BUKAN BERADU HEBAT
BUKAN BERADU HEBAT
Bisik pasir menghantar suara
terasa desau angin mengelus dedaunan
dalam lambaian puisi bercengkrama
mula menari getar mengikut arus nada
kukhabarkan di langit biru
dalam tampil diri memerhati
selalu menjerat hadir di celahan warna
kejernihan manik-manik embun pagi
terlalu indah bertuah tanah yang segar
walaupun terketar-ketar
senda gurauan dalam terisi makna
rancak mengutip senyum
usaikan malu bercanda menitip aksara
pada setiap percikan lirik irama pena
bukan beradu saing kehebatan
dari arca kerapuhan
kekadang disakat terjah
dengan dentum amarah wajar dibuang
nyamankan kesejukan diri
dihalaman erat menyusun pena
dalam ikatan memaut rasa
Eytajms
3/1/13
Taiping.
Bisik pasir menghantar suara
terasa desau angin mengelus dedaunan
dalam lambaian puisi bercengkrama
mula menari getar mengikut arus nada
kukhabarkan di langit biru
dalam tampil diri memerhati
selalu menjerat hadir di celahan warna
kejernihan manik-manik embun pagi
terlalu indah bertuah tanah yang segar
walaupun terketar-ketar
senda gurauan dalam terisi makna
rancak mengutip senyum
usaikan malu bercanda menitip aksara
pada setiap percikan lirik irama pena
bukan beradu saing kehebatan
dari arca kerapuhan
kekadang disakat terjah
dengan dentum amarah wajar dibuang
nyamankan kesejukan diri
dihalaman erat menyusun pena
dalam ikatan memaut rasa
Eytajms
3/1/13
Taiping.
Wednesday, January 2, 2013
TINGGI RENDAH KITA JELAS NYATA
TINGGI RENDAH KITA JELAS NYATA
Aku siapa
kamu siapa
tinggi dan rendah kita
ketara jelas
untuk bicara tidak terungkap
dalam getar rasa
bagai kerdil diri
berdiri dalam hebat semua
bermadah
tinggi bahasa
dalam jiwa tersentuh
sekali memandang pena berkias kata
tertunduk diri bagai mengecil tubuh
dalam jelas wajah dilihat
siapa aku
hanya bayang melihat dihadapan cermin
mampu nukilkan pena sendiri
layakkah berdamping hebat
siapa aku
selayak kamu
Eytajms
penaku hatiku
0101013
taiping
Aku siapa
kamu siapa
tinggi dan rendah kita
ketara jelas
untuk bicara tidak terungkap
dalam getar rasa
bagai kerdil diri
berdiri dalam hebat semua
bermadah
tinggi bahasa
dalam jiwa tersentuh
sekali memandang pena berkias kata
tertunduk diri bagai mengecil tubuh
dalam jelas wajah dilihat
siapa aku
hanya bayang melihat dihadapan cermin
mampu nukilkan pena sendiri
layakkah berdamping hebat
siapa aku
selayak kamu
Eytajms
penaku hatiku
0101013
taiping
Tuesday, January 1, 2013
BERALIH ANGKA TIDAK GUGATKAN ARAHMU
BERALIH ANGKA TIDAK GUGATKAN ARAHMU
Benarkah jejak kubertukar
kehangatan masih belum kurasa
bagai meniti sehari dua
perjalanan mengelilingi batas
dalam terpejam mata
dunia sudah beralih
dari angka ke angka
namun diri masih bertangga
disini kaki berdiri
langkah masih berpijak jejak sama
kupandang langit tidak berubah
arah bayangan diri masih tetap mengekori
rentak alunan kata tiada bertukar nada
kita jalani ulangan yang sama
dan kisah kita berlainan cerita
namun dunia takan pernah perdulikan
pada kisah lalu
semua yang ada dalam masa lalu
biarkanlah terkubur dalam waktu
kulabuhkan tirai yang hanya sepenggal waktu
jendela kubertukar lagi
dalam dunia masih berpaksi sama
arah kumasih arah yang satu
dalam doaku agar terus
terpaku dalam kalimah-Mu
Eytajms
(penaku wajahku)
10102013
taiping
Monday, December 31, 2012
DITEWASKAN OLEH KELEMBUTAN HATI
DITEWASKAN OLEH KELEMBUTAN HATI
Entah
bagai bisu berkata
nada tidak gema
olahan alunan terhenti
dalam irama sendiri
terbelenggu ruang dan waktu
kubertahan dari rasa
tak mampu kubuang serta menerima
selama terdiam
mengiringi setiap langkah
tak seindah kelihatan
diriku memang lemah
dengan tegarnya buatku sakit sendiri
egoku berperang dengan sekeping hati
terus bergulir tanpa henti
terlarut seakan jiwa seakan mati
separuh lelahku bagai melampau
untuk apa
membara kehangatan hati
duhai rasa
kembalilah mengurungku dalam sabar
tertewas diri menunduk
seperti angin membelai ilalang
agar separuh jiwaku ditawan oleh kelembutan hati
Eytajms
31012012
taiping
Entah
bagai bisu berkata
nada tidak gema
olahan alunan terhenti
dalam irama sendiri
terbelenggu ruang dan waktu
kubertahan dari rasa
tak mampu kubuang serta menerima
selama terdiam
mengiringi setiap langkah
tak seindah kelihatan
diriku memang lemah
dengan tegarnya buatku sakit sendiri
egoku berperang dengan sekeping hati
terus bergulir tanpa henti
terlarut seakan jiwa seakan mati
separuh lelahku bagai melampau
untuk apa
membara kehangatan hati
duhai rasa
kembalilah mengurungku dalam sabar
tertewas diri menunduk
seperti angin membelai ilalang
agar separuh jiwaku ditawan oleh kelembutan hati
Eytajms
31012012
taiping
Sunday, December 30, 2012
MENGEJAR PELANGI
MENGEJAR PELANGI
Berlari diri mengejar pelangi
dalam gerimis
meredah denai batas ada
namun sampai di hujung
tercari-cari
ke mana pelangi...
Eytajms
30012012
Taiping
Subscribe to:
Posts (Atom)