Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Iman Damia. Show all posts
Showing posts with label Iman Damia. Show all posts

Saturday, August 31, 2013

Hati

Hati

garing mengilai
si peneguk gibah
canang berlenguk
irama sundal

yang tinggal
bongkah hanyir
mati...
dalam jasad yang menari

19/8/13...vida mia

Friday, August 16, 2013

khilaf jiwa

khilaf jiwa

kelindan berarak ke perdu hati
meledak warita
zaman tuk nadur berkajang kain
meranai jiwa
lengkara nubari dipalu
dentumnya menyesatkan fikir
perih bersakar
dibalun khilaf diri
sarat geliung insaf menadah kesal
berpaling tidak upaya
mengkal lara menyendal jiwa
hingga berkalang tanah merang menyala

15/8/13...vida mia

Piatu hati

Piatu hati

gempar danau hati nan bening
tuba mengecer
memangkas damai yang bernyawa
telah disigai sampai ke langit
dibalik- balik bagai memanggang
ayuhai lara masih berdendang
mencebik merobek
piatu hati
terkelar balut sendiri
henyaklah hingga lumat di tumitmu

13/8/13...vida mia

Pesona

Pesona

Raut jiwa riaknya di mata
tersungging di bibir
khadam kalam nubari
ilam-ilam
lurus sumpitan hendak mengena
mara di sebalik gelimir bermadu
danur bertempek dalam petah
mengirai manja berhelah
ranah...langis
rawan jiwa
tertawan raut tanpa rupa.

12/8/13..vida mia

Sunday, February 24, 2013

Korban resam

Korban resam

Santun berkalang tanah
menyusut dibedal rayap asing
usia mumbang tutur menyingkap kain
bertandang berkinja hingga dini
cerlung yang renta dikerling ujung mata...

wara' kian tumpul
wali menyeringai tumpang bercenerul
waris berbaju telanjang...
diarak megah
kembang hatinya disanjung

silu nan terkancing di gobok adap
menyembah bumi dirambah nafsi
susur galur jantina...membelit helat mata
cengkerama liar bersultan di hati
pesta jalang kudapannya

bungkam
merenung takdir
pewaris bangsaku
terkorban resamku.

imandamia 130221

Sunday, February 17, 2013

GELIUNGKU

GELIUNGKU

Enau mencari sigai
aku yang ditebas
lesung bertelingkah antan
aku jua yang terluka
hanyir bicaramu dibungkus sutera
bodohnya aku
tertipu indera...

geliungku karam
di semudera angkara
tersadai di dasar rasa nan menyiksa
lemas sendirian tiada tempat berpaut
dipagut rasa kesal
tersibai di karang hampa
bodohnya aku
sering terleka...

kini hanya berserah
tiada kudrat
melawan ombak lara
tenggelam timbul kuhanya pasrah
bergantung harap
pada YANG ESA
andai disambung nyawa
kuapungkan semula
GELIUNGKU.

imandamia...