Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Wan Nur Ain. Show all posts
Showing posts with label Wan Nur Ain. Show all posts

Thursday, November 14, 2013

BICARA TERLUKA

BICARA TERLUKA

Benarlah kata
segalanya pesanggerahan cuma
tiada yang lebih abadi
selain kasihNya
sebagai hambaNya
tiada daya menghalang
jika telah ketentuan
kumaafkan dirimu
kerana melukakan
kusedar diri ini
hanya rerumput di jalan
atau tempat perhentian
hadir hanya saat memerlukan
bicaraku bicara pucuk muda
sering culas dek akal yang dangkal
sesungguhnya tak layak
menumpang di kamar hatimu
bicaraku bicara kudup mawar
nan dungu dari curahan ilmu
siapalah aku ini padamu
inilah suratan hidupku
ingin bahagia hadirnya sementara
pohon harapku patah dahannya
tiada lagi tempat bernaung
luluhnya hati ini tersusuk pedih
seindah mana janji diikat
tak seindah untuk dikota
bahagialah buat dirimu
tetap kusimpan kenangan kita
terlipat indah di kamar lara
terukir sebaris ayat biasa
aku yang sering dilukai.

bicara gadis luka;
wan nur ain
13/11/13

Tuesday, November 12, 2013

KETULUSAN

KETULUSAN

Bila susu dibalas tuba
punahlah erti kasih sayang
musnahlah sebuah ikatan
bila keikhlasan menjadi sempadan
jarak dan batu hanya impian
pulanglah ke pangkal jalan
untuk mencari manisnya kebahagiaan
bersujudlah mohon keampunan
di celah rimbunnya keimanan
di situ nanti hadir ketulusan
jalan penyelesaian
satu pertemuan

wan nur ain
11/11/13

Monday, November 11, 2013

RAJUK

RAJUK

Biarlah
pemergianku di ufuk letah
mengusung serpihan janji
kuterima seadanya ini
kerikil pedih di perdu hati
biarlah kulemas di lautan dalam
tegarnya karang menyambut
mendakap sekeping jiwa nan bindu
biarlah rajuk ini melewati hatimu
rencam dipalu ombak derita
merasa secangkir tangisan
di tasik keharuan nan pasrah
seluhur jiwa sesuci kasih
terpasung di banir setia
menanti rajuk
kelu dan bisu

serikandi cintamu
wan nur ain
spore/13

Rembulan sepi

Rembulan sepi

Dalam pekat malam
terdengar rintihan
tika bintang-bintang
bersembunyi malu
tangisan pilu
rembulan sepi
saat malam
sedang enak
dipagut mimpi indah
rintik-rintik hujan lesu
meneriak satu kalimah
kuamat merindukanmu
apalah daya yang terjadi
di pinggir kesyahduan malam
di manakah dikau sayang,

kembalikan rasa itu
kusendirian dalam sepi.

wan nur ain
tanglin halt,spore

Bagaimana lagi

Bagaimana lagi

Puas kucari
diksi-diksi untukmu
di kamus hati
bagaimana lagi
aduhai arjuna
indahnya malam
dalam dakapan
syahdunya cinta
di bawah kandil purnama
memadu janji sumpah setia
bahagianya satu kurnia
seindah dinihariku
hadirmu untukku
cipta syurga di jiwa
polosnya hatimu
menghargaiku
bagaimana lagi kasih
hendak kuhias siang ini
tika terbuka mata
dikau tiada
aduhai zauji

Bidadari jannahmu
-ain-

Tarikh keramat kita

Tarikh keramat kita

Tercatat sudah
di kamar hati
sebaris aksara
menggetar sukma
benarkah itu
dari bibirmu
ataukah hanya
seloka biasamu
usahlah bermadah
kutakut terluka
usahlah berjanji
takut dikau mungkiri
air mata ini
menjadi saksi
indahnya pertemuan ini.
kurniaan Ilahi.
tarikh ini
kita ukirkan
tanda cintaNya
hingga ke syurga

8.11.2013
ain

Siapalah diriku tanpaMu

Siapalah diriku tanpaMu

Merisik khabar pada alam
menggerudi waktu
nan tuntas
lamunan terhenti
mencari hakikat diri
bukan saatnya
untuk menghitung jejak
untung atau tidak
siapalah aku ini

mengusir waktu yang culas
agar mimpi berlabuh
meniti kelangsungan nafas
bertintakan wasilah iman
bukan mudah
hati merintih
dengan amanat
tak seriang unggas
benarlah sering terjerat
saat tiada kudrat
lemas tersiat
melarat,

siapalah aku tanpaMu.

wan nur ain
8/11/13

Sunday, November 10, 2013

Bahasa hati

Bahasa hati

Ada rindu dalam sepi
terpenjara di kamar
melarik luka
satu rahsia
lalu kulontarkan
di ufuk diri
agar tiada lagi
kubariskan semanisnya
menjadi bahasa hati
agar dikau mengerti
bahawa
bicara ini
tak ingin sendiri

wan nur ain