Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Jiwa Nur Ain. Show all posts
Showing posts with label Jiwa Nur Ain. Show all posts

Monday, October 28, 2013

Mencari jalan pulang

Mencari jalan pulang

Pekatnya malam
mata suram
pandangan kelam
kucari jalan pulang
resahnya alam
segalanya diam

Seharian mencari
hakikat diri
ke mana pergi
kalam suci
tarbiyah hati
ingin kembali

Munajat di sepertiga
di sejadah cinta
bait-bait kata
mengusung masa
titisan airmata
tanda berdosa

Akan tetap kucari
jalan yang diredhai
moga diberkati
perjalanan ini
hingga akhir nanti.

wan nur ain

Sunday, September 23, 2012

~Rindu...~

‎~Rindu...~

bayu senja berpuput lembut
membelai resah mengulit rindu
hatiku resah dipagut rindu
pada dia yang selalu kurindu

awan merah berarak sepi
bagai memayungi resah jiwaku ini
batinku meronta zahirku tersiksa
menanti dia yang tak kunjung tiba

resah menanti di tubir hati
adakah dia akan hadir
bertamu di hati.....

~jiwa nur ain~

Wednesday, September 5, 2012

~Perpisahan....~

~Perpisahan....~

Sayang,
Mengapa dikau tinggalkan daku disaat daku memerlukanmu, menjadi pendampingku, menjadi teman gelak tawaku....

Sayang,
Kini kau jauh, jauh dariku....
Yang tak mampu ku gapai yang tak mampu ku sentuh....

Mengapa bahagia kita hanya seketika cuma?
Mengapa di saat kita berdua sedang enak dibuai keasyikan datang khabar duka untukku?

Sayang,
Hanya yang mampu daku katakan semoga dikau berjaya di sana
Akan ku nanti kepulanganmu
Andainya dikau memerlukan daku di sisimu aku sedia berada di sisimu
Menjadi tulang rusukmu....

Sayang,
Di kejauhan ini daku redha dengan ketentuannya
Daku pasrah
Capailah impianmu di sana
Doa kudusku sentiasa mengiringimu....

~JNA-5.9.12~

Sunday, September 2, 2012

~rindu bertandang lagi~


Wahai puteriku genap 7 tahun pemergianmu sayang,
Namun hingga kesaat ini rinduku padamu tak pernah pudar,
Semakin lama engkau menjauh semakin kuat rindu bonda terhadapmu....

Sayang puteriku sayang,
Terlalu berat dugaan yang bonda hadapi terlalu berat beban rindu yang bonda tanggung,
Walaupun dikau bukan lahir dari rahim bonda namun kasih sayang bonda tiada taranya.
Kau penyeri hidup bonda
Kau memberi bahagia buat bonda,

Puteriku sayang,
Masih terngiang-ngiang di telinga bonda
Tika doktor mengatakan tiada lagi harapan buatmu untuk melihat dunia ini,
Betapa hancur dan luluhnya hati bonda , terasa lembut lantai yang bonda pijak,
Saat itu bagaikan ada batu besar yang menghempap ke bahu bonda,
Airmata bonda usah dikata,
Saat itu tubuhmu kudakap erat walaupun tika itu tubuhmu berselirat dengan wayar penyambung nyawa.

Nyawamu hanya bergantung pada mesin hayat bila-bila masa andai ia dicabut hayatmu akan pergi jua
Namun bonda pasrah sayang,

Saat kau di pindahkan ke wad icu bonda tak lekang dari sisimu raut wajahmu ku tatap tanpa jemu, dadamu berombak perlahan, ada linangan airmata di hujung matamu saat bonda lafazkan
'kakak bangunlah ibu rindu gurauanmu, ibu rindu gelak tawamu, adikmu jua rindukanmu, ibu rindukan usikanmu, bangunlah sayang, bangunlah sedarlah dikau dari lenamu yang panjang....'

Airmata bonda kian merembas laju puasku seka namun ia tetap mengalir laju.
Bila kupandang mesin hayatmu denyut jantungmu kian lemah, kubisikkan kalimah syahadah di telingamu, dengan linangan airmata bonda iringkan pergilah sayang ibu redha ibu lepaskanmu dengan penuh keikhlasan....

Saat itu degup jantungmu berhenti nadimu berhenti, perlahan-lahan tubuhmu betukar warna
YA ALLAH , kau bawalah puteriku ke tempatmu aku redha YA ALLAH. Cukuplah beban yang puteriku tanggung selama ini..

Puteriku,
Tika jenazahmu sampai ke rumah tika itu jua tubuh bonda terkulai lemah entah berapa kali bonda pengsan bonda pun tak tahu.

Tika detik jasadmu di letak di dalam lahad sekali lagi bonda terjelepuk ke tanah....
Ibu tak yakin dapat berpisah denganmu....puas ibu ditenang sayang....

Kasihan sayang melihat adikmu satu-satunya adikmu yang sentiasa berada di sisimu tak pernah berenggang walau sedetik cuma.tika jasadmu terbujur kaku adikmu setia memeluk jasadmu...

Airmata bonda tak berhenti mengalir sayang melihat kasih sayang antara adikmu...bonda semakin hiba bila adikmu bertanya, 'ibu bila kakak nak bangun? kenapa kakak tidur lama sangat? Sape nak mandikan adik bila ibu kerja? Sape nak suap adik bila ibu tiada? Sapa nak jaga adik bila ibu kerja?
Hancur luluh hati bonda sayang....

Tapi tak mengapa pa sayang puteriku,
Kini ibu mampu terima hakikat bahawa dirimu telah tiada di dunia ini.,
Namun sayang puteriku, kasih sayangku rinduku tak pernah luak walau seberas zarah sekalipun...
Setiap saat setiap detik wajahmu bermain di mata bonda.
Pergilah sayang nantikan bonda di pintu syurga...
~Luahan rindu bonda buatmu puteriku

-NORAINI~