Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Helmi Juned. Show all posts
Showing posts with label Helmi Juned. Show all posts

Friday, June 21, 2013

Apakah ini yang kaumau.!!

Apakah ini yang kaumau.!!

bila Nehru masih hidup
Mahatmagandhi masih berkuasa
akan aku perjuangkan di sini
falsafah dan idealismemu

biarlah mereka
menampar-nampar wajah kurus kering laparku
aku akan diam seribu hening.
biarlah mereka menusuk-nusuk keadilanku
aku akan tersenyum tampa ratap pilu

kasih sayang hanya itu yang aku punya
belajar dari rasa iba peduli sesama
ketabahan hanya milik orang-orang yang rela
dan ikhlas menerima takdir hidupnya

Ahimsa
tak mengenal rasa takut di kebiri massa
pasrah dan toleransi senjata utama
kekerasan harus dilawan dengan lembut
kelicikan dirangkul dengan cinta

kemenangan tanpa kekerasan jadi tujuan
yakin itu mesti biar langkah selalu maju
berbaik sangka itu perlu walaupun musuh tak kenal malu

Lenteng Agung 2013

Kami yang bicara

Kami yang bicara

tak apalah bila esok menanak hanya kayu bakar yang ada
tak apalah bila nanti malam hanya suluh bambu yang menyala
tak apalah dengan mengayuh sampai juga ke sekolah

jangan bebani kami dengan retorika yang membuat buncit berut anda

tak masalah sudah terbiasa hidup nerimo
tak masalah makan nasi tahu tempe dan balado
tak malasah kami selalu senang ngeriung di api unggun bersamo-samo

maka jangan bebani kami denga subsidi yang membuat anda merasa peduli

kami butuh ketenangan
yang seharusnya anda berikan
kami butuh perlindungan
yang seharusnya anda siapkan
kami butuh kehangatan
yang seharusnya anda perhatikan

kami butuh cinta
yang tidak mungkin kami terima dari anak tetangga...!!

Lenteng Agung 2013

Friday, May 31, 2013

Pancasila

Pancasila

engkau lahir dalam kandungan Ibu Pertiwi
di bidani oleh darah dan semangat juang kemerdekaan
dengan susah payah, penuh ketegangan menanti kelahiranmu
Sang Putra Fajar selalu memberikan semangat
agar engkau dilahirkan selamat demi jati diri bangsa

lahir dengan sempurna
mengakar ke bawah, merimbum menutupi mega
paras rupamu elok dapat diterima semua kerabat
hanya satu dua yang ragu berjabat
sepakat namamu "PANCASILA" yang terpahat.

kini namamu sedikit memudar
oleh debu-debu kemunafikan
yang tak ingin engkau tumbuh besar
menjadi benteng kesayangan Ibu.

biarlah zaman yang bicara
apakah engkau patut lahir atau dimatikan segera.

Lenteng Agung, 2013

Sunday, February 24, 2013

TULUS

TULUS

tiada harap terbalaskan
luka tersimpan merintih sendiri

duka yang bersembunyi
menampik raut wajah dendam

lelah membentur hati
langkah tak menghirau hujan

terkadang lari Mengejar malam
walau tertatih mengeja siang

bersembunyi diketiak rembulan
terbiar cinta penuh luka

senyum yang selalu merekah
memendam getir rindu perjalanan

maaf yang terucap
dibalik jiwa ketidak berdayaan

: maafkan aku yang tak berani mencintaimu

2;43 PM_helmijuned@jakarta.220213

Friday, December 21, 2012

GALAU SEORANG PENYAIR

GALAU SEORANG PENYAIR

aku bukan penyair pandai diksi dan aksara
berkubang dalam lumpur kata-kata
yang bermandi peluh makna
kering dan basah bercumbu bersama

karyaku bukan tontonan kaum pendosa
yang menjilat ke atas menikam ke bawah
kaum papa dianggap kutu busuk peradaban
yang harus dienyahkan dan dibungkam

aku penyair anti kemapanan
rutinitas adalah bencana
kreatifitas adalah surga
hidupku tak berpijak di bumi tak berteduh di langit

kepenyairanku tidak pernah dihitung satu, dua dan tiga
dianggap sampah dan kotoran berdebu
yang layak menghuni tong-tong sampah peradaban
yang dikais-kais pengemis kehidupan

aku seksofon para Dewa
kurir penghantar sesembahan Raja
penakar perut pemanis mulut
namun hidupnya tidak dijamin masuk surga

11;54.LA_helmijuned._191212

Saturday, December 15, 2012

BALADA PENGEMIS TUA

BALADA PENGEMIS TUA

Air matanya sudah lama beku
Kering tiada berdarah
Wajah begitu pucat membius langit
Kusam tak berpelangi

Begitu muram begitu suram
Kesedihan itu sudah lelah menghiasi
Tergores taklagi bening bercahaya
Lelah badan sungguh

Rebah tidak berdaya
Tersungkur meratap-ratap
Terpuruk menghiba-hiba

Ini kisah pengemis tua
Yang lelah berjalan
Menghitung hari habis usia
Keriput dimakan matahari
Pucat dimandikan hujan
Hidupnya bagaikan kemarau tak bermusim
Kering kerontang ditikam zaman

:Sendiri menapaki jalan yang berdebu
1:37 PM.helmijuned_141212

Saturday, December 1, 2012

BALADA ANAK GEMBALA

BALADA ANAK GEMBALA

tik..tik..tik
suara hujan jatuh di atap rumah
suaranya gaduh begitu renyah
memandangi langit gelap tak ramah
guruh dan guntur begitu marah

di kubangan kerbau asik bermandikan lumpur
anak-anak gembala berlarian di atas pematang
suasana riang menyambut hujan petang
anak dan gembalanya enggan pulang

hujan semakin deras
petir menyambar kian ganas
ibu di rumah menunggu cemas
mengharap anak cepat berkemas

pelangi nampak di cakrawala
setelah hujan begitu reda
suasana kampung begitu bersahaja
anak dan gembala tak nampak batang hidungnya

ibu cemas tak terkira
bertandang resah ke tetangga
pukul delapan sudah lewat senja
anak dan gembala takjua datang segera

sesepuh kampung mencari bala
orang sedusun turut pula
ibu menangis sejadi-jadinya
melihat anak digendong tak bernyawa.

4:56 PM.LA.helmijuned.301112

Friday, November 30, 2012

ANAK-ANAK MALAM

ANAK-ANAK MALAM

Malam semakin larut
udara semakin dingin
dan jiwa-jiwa kelam beranjak dari peraduan

mengemis nasib di atas roda-roda sedan
mengais lapar dari sisa-sisa nasi kemakmuran
Teronggok dalam tong-tong sampah kemunafikan

Malam semakin dingin
Angin sepoi menyapu keringat kepedihan
Butirannya jatuh di atas debu
Terlentang pasrah dalam arus yang membius

Malam tiada bintang
Remang cahaya semaki jauh
Gelap menyergap di batas sunyi
Kesedihannya tiada bertepi

Hujan datang kian lirih
Deras menampar wajah bumi
Kepasrahanlah senjatanya kini
Menyonsong fajar mengintip mentari

8:33 PM. LA.helmijuned.291112

Thursday, November 29, 2012

*Matinya seorang aku

*Matinya seorang aku

aku tak peduli
Bara meleleh di telapak kaki
Pedih terasa tak terperi
...
Asal mati sebagai muslim sejati

Tahukah kamu,
dimana pun nyawa berhenti
yang tak dapat ditakar dan dibeli
Pasti di sisi Tuhan-lah semuanya kembali

Tujuanku hanyalah Allah,
kerelaan dan ridhanya yang kuharapkan
Keinginanku adalah surga,
sedang ia sudah dekat dari kedua pelupuk mataku
Karena itulah aku tidak peduli.

2:34 PM. LA.helmijuned 291112
* Judul diberi oleh Pendeta Bahasa

Saturday, November 24, 2012

TITIK TERAKHIR

TITIK TERAKHIR

Aku yang berdiri disini
Bertelanjang kaki
berselempang semangat*
Yang tidak pernah mati *
Menantang badai Yang menghadang
Aku akan tetap kokoh tegap menanti
Biar dihunus pedang sembilan
Aku akan tetap meradang menerjang*
Pedih perih takku rasa
Aku akan terus berlari, berlari
Sampai aku terkapar
mati

8:32 AM.LA.helmijuned. 241112
*penggalan bait puisi khairil Anwar

Wednesday, November 21, 2012

DAHAGA DI SEMENANJUNG

DAHAGA DI SEMENANJUNG

aku tak dapat menahan air mata ini
ia begitu saja jatuh dalam pelukan hujan
mendung
ini kapan akan berakhir

aku melihat tanah peradaban selalu basah
darah
dari sejak ia dilahirkan sampai saat ini
tidak pernah kering

apakah begitu sulitnya mendamaikan hati
yang selalu diselimuti dendam kesumat
karena sepetak tanah tak bertuan

berkelahi bagaikan kucing dan anjing
memperebutkan jatah makan siang
dari tuan yang berhati belang

jiwa ini seperti teriris oleh pisau bermata dua
menikan jantung merobek ulu hati
begitu pilu.. tangisannya berdarah
dan sungging senyum kehampaan

yang kita anak keturunnya tidak pernah tau
sejauh manakah gersang ini akan berakhir

8:55 AM_L.A helmijuned. 211112

Saturday, October 20, 2012

H I T A M

H I T A M

mengapa cinta ini tak bisa bersatu
walupun tiada cinta lain yang hadir di antara kita
sudah kucoba tuk mengerti dengan rasa ini
selalu hitam yang kurasakan

cinta ini takmampu menyatukan dua jiwa
lelah menunggu dalam penantian panjang
apakah kubiarkan saja pergi dalam goresan luka
yang takpernah bersahabat dengan hati

perjalanan cinta ini begitu kelam
hitam tak berbentuk putih tak bersinar
meninggalkan jejak-jejak yang dalam
tertutup debu keangkuhan

setiapkali kuberlutut
setiapkali kuberdoa
setiapkali kumencoba
hasratku bicara dalam nafas yang memacu
yang ada hanyalah kering

:berlahan mati di padang tandus kefakiran..

L A /20/10/12

Wednesday, October 17, 2012

My Son

My Son

nak pergilah tidur
hari sudah larut
jangan kau tungui
ayah sedang merajut
hari-hari untuk kita turut

nak biarkan ayah sendiri
pergilah surut memagut mimpi
tak usah kau risaui
ayah selalu ada menemani

nak beranjaklah
seka duka hatimu
pupuskan gelisah
biarkan ayah membalutnya

kemarilah nak
peluk ayah
tumpahkan segala rasa
biar esok tak menunggu resah

L A
171012

Sunday, September 23, 2012

Selamat Pagi


SELAMAT PAGI

selamat pagi sayang
jangan lupa engkau sapa mentari
agar ia tak jemu menatap wajahmu
dan menari riang menyambut sang fajar

poleslah gincu di bibir pucatmu
senantiasa membawa kabar indah hari ini
seindah bunga-bunga mekar di taman hati
membawa hasrat dalam rindu

selamat pagi sayang
aku hadir di sini
takkan mengganggu senyum manismu
takkan menggoda gelisah hatimu

:aku hanya singgah, menyapa angin yang berlalu

helmi juned
L.A 100912

Wednesday, August 29, 2012

HARAPAN



Di dalam taman cinta-Nya
Ia menabur benih kedamaian
Merarawat dengan gula dan anggur kenikmatan
demi mencintai Yang Alif ini
Dengan rindu yang dapat Dia terima,

kosongkan benakmu dari selain-Nya
Campakkan cintamu pada selain-Nya

lalu merindui, lalu semua asa, semua mimpi
Di akhir, rengkuhlah cinta-Nya
Karena dalam kehadiran-Nya,
Banyak ruang tersisa bagimu

JAKARTA
280812

Wednesday, August 22, 2012

K A L A U B I S A

karya helmijuned

Kuburku Terbuat dari batu Pualam
Terukir nama pangkat dan jabata
Pelapis permata dari cirus jingga
Berpagar Batang emas logam mulia

Berpayung atap sutra dari persia
Lantai Marmer kilau bercahaya
Karna aku memang orang berada

Walau matiku dicabik srigala
Taringnya patah bersarang di rongga
Racunnya mengalir tak hilang diseka
Khabari mati jihat membela kaum papa

Rakyat jelata dikumpulkan meratap samapai senja
Pulang dibekali coklat gula dan memtega
Uang seratus ribu pula

Kaum kerabat mulai merancang kuda-kuda
Siap sewaktu-waktu diusut KPK
Sahabat kasak-kusuk mencari pelampias asa
Karena tak mau terseret masuk penjara

Yang dulu setia sekarang sudah mulai main gila
Wang berlimpah disurukkan di bawah celana
Sebagian di kutang-kutang para janda dan ibu muda
Bila ditanya tidak sepeserpun'aku' punya

Aku mati meninggalkan bara
Menyesal tiada guna
Nasehat untuk kaum muda
Jangan berlebihan seperti saya
Cukup ambil sedikit…saja.

lentengagung
130611

IDUL FITRI

By. helmijuned

Suara menyeruMU sahut menyahut
Melambaikan hati yang bergelayut
Menghitung hari menghitung denyut
Hari yang fitri marilah kita sambut

Luahkan hati senangkan budi
Bersilaturrahmi janganlah surut
Sanak saudara, handai tolan rangkul segera
Luangkan hati untuk saling menerima

Ini hari...hari gembira
Jangan ada luka di antara kita
Berilah senyum dan tangis bahagia
Mungkin esok lain cerita.

Lenteng agung
220812

Friday, August 17, 2012

INDONESIA JANGAN MENANGIS HARI INI

INDONESIA JANGAN MENANGIS HARI INI

pagi ini
sudah lewat setengah abat
aku masih berdiri di sini
mengawal kemenangan,.. selamat
pada negeri seribu dusta seribu khianat

bukan pertiwi yang berdusta pada rakyat
bukan inlander penghasut penghianat
bukan jelata menjilat-jilat ikhmat
pelancong negeri yang rakus duduk nikmat

pagi ini
sudah lewat sang fajar
aku ingin mengawal negri
seribu hayat semangat
pertiwi takboleh sekarat. Tamat

sang merahmu harus berkibar
jangan lelah untuk memberi khabar
pada dunia: negeri ini bukan barbar
yang menjilat yang hak dan membakar yang benar

kukawal putihmu dan kibarkan pada dunia
masih ada surga di telapak kaki kemerdekaan ini
nurani masih banyak bertebaran di kandungan ibu pertiwi.
janjiku untuk semua

pagi ini
engkau akan menantang mega
kibaranmu meluluhkan angkasa
dan aku masih berdiri di sini
mengawalmu sampai jantungku tak..berdetak.

"Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku, di sanalah aku berdiri jadi pandu negeriku"

by:junedhelmi
170812

Tuesday, August 14, 2012

NYANYIAN SUNYI



Dengan bismillah,
Aku melangkah.. ayunkan kaki
Meracak..tegakkan hati
Merancah.. elokkan budi
Mencacah.. bilah-bilah hasrat diri

Hasrat diri terhempas kelam
Menyatu menyusuri keheningan malam
Bernyanyi iringi rindu yang dalam
nadanya basah, layu, kusut kusam
Mencabik-cabik irama sunyi semakin kejam

Ya Illahi
Izinkan aku mencuri malamMU
Merampas janji-janji tidur yang semu
Aku akan berlari sampai batas jemu
Membiarkan kesunyian ini semakin kelu

Ya Robbi
Nyanyian sunyimu begitu memekakkan kolbu
Aku terbawa sampai terusir hasrat duniawiku
Mengusik selera birahi yang mengebu
Aku terkapar lemas tersiksa rasa rinduku

Ya Allah
Sunyi ini sungguh menyiksa
Luluh lunglai tangan-tangan perkasa
Mengapit ditenggorokan menguras dahaga
Menunggu hari yang tidak biasa

Air mata menetes satu-satu
Berupaya menasbih luka-luka
NamaMu banyak yang menyeru-nyeru
Aku terpana…dengan suara lirih lara
Nyanyian sunyiMu menggema seluruh dunia.

Allahuakbar…Allahuakbar…Allahuakbar
Walillaahilham......

by:helmijuned
110812

Saturday, August 11, 2012

SUARA

bila hati tak lagi dapat memahami resah
bila suara tidak lagi mampu menyentuh Kholbu
bila tangisan tidak lagi dapat menyuarakan hati
di manakah kesejukan
seandainya gelisahku dapat membaca bait puisimu
dan titik koma tidak ada lagi dalam kalimat Indahnya
ke manakah syairmu akan berlabuh,
dan di manakah kedamaian

kata adalah suara
dia berbalur makna dan aksara
kata menuntun rasa
dunia dapat dibuat indah bermakna

jangan diam dalam kata
karna bait kata suara
jangan resah hanya sebuah kata
karena itulah makna sebuah diam

By:junedhelmi
130112