Followers

Carian Dalam Blog Ini

Showing posts with label Chinta Waza. Show all posts
Showing posts with label Chinta Waza. Show all posts

Saturday, October 20, 2012

ANAK DARA SEKAMPUNG

ANAK DARA SEKAMPUNG

menganyam ingatan di sudut kenangan
anak dara sekampung riang berkawan
meninggalkan halaman tanpa pesan
tanpa mengira segala rintangan
untuk harapan seribu impian
zaman wang...

menganyam ingatan di sudut kenangan
anak dara sekampung pergi bertandang
dari pagi hingga ke petang
membina kerja bukannya senang
jagakan diri dari rintangan
teguhkan diri dari halangan
kuatkan iman...

menganyam ingatan di sudut kenangan
anak dara sekampung pulang semalam
membawa cerita teman taulan
hidup di sana memang tak tahan
ada yang bebas lupa daratan
hidup merana di tempat orang
kerana wang
tergadai iman...

chinta waza
19/10/2012 - 11.15pm.

Sunday, September 23, 2012

KEMBALI MENCARI

KEMBALI MENCARI

aku melalui lagi lorong itu
mengulangi kesekian kalinya
mencari sisa jejak perjalananmu
lalu setelah aku puas berjalan
dan berlari anak
aku mula bertanya
ke manakah dirimu?
ke manakah aku selama ini?
sehingga kita saling tertinggal

aku menjadi terasing di perjalanan
yang kita pernah lalui bersama
aku tersesat dalam pencarian tidak bernama
kepada siapa aku ingin bertanya
pada tembok batu restoran
pada dedaun kuning di tepi jalan
mereka tidak mampu mengingati namamu
tidak lagi mengenal wajahku

aku tiba-tiba menjadi takut
pada satu pertanyaan mungkin
untuk apa aku mencarimu
setelahkau aku lontarkan
jauh di bawah bayangan waktu kencang
aku takut untuk mengakui
satu kenyataan terserlah senyap
di pedalaman sebuah hati
sebutir bisul rindu mula membengkak

aku masih ingin menjejaki jalan itu
melewati lorong ini
untuk sebuah pencarian kembali
biar pertemuan sekadar sempat
berbicara tanpa suara dan kerlingan cuma...

chinta waza
23/09/2012 - 08.20pm

Saturday, September 22, 2012

KERANA AKU TIDAK BERANI

KERANA AKU TIDAK BERANI

aku bukanlah seorang wanita yang berani
menerima lelaki yang terpaksa
menduakan kasih dan kesetiaan
kelukaan mengajarku
untuk tidak mudah berkorban dan menyerah
kepada kehidupan seorang lelaki

aku pun tak pernah rela
meneguk madu dari kolam rasa
seorang perempuan
di dalamnya bersatu duka dan air mata
lalu kukembalikan
himpunan wangi mimpi dan hasrat berahimu
setulus mana pun

aku selamanya tidak akan berani
menerima lelaki yang terpaksa
membahagi malam dan rindu
antara dua ranjang
betapa ngeri
kalau nanti aku juga
seperti perempuanmu
yang tidak mampu
memberi kauseorang bayi...

chinta waza
18/09/12 - 11.46pm.

Monday, September 17, 2012

DI DAERAH INI

DI DAERAH INI
(untuk teman-teman yang bergelar pendidik)

di daerah ini
terbenam di dada kita
sebuah harapan
memikul tanggungjawab
membimbing pribumi
ke satu arah
ke satu matlamat

sekian lama terdengar sungutan
sekian lama terdengar keluhan
anak pribumimu ramai yang tercicir
siapa yang harus dipersalahkan
mereka atau kita?

di daerah ini
biarlah kita yang menjadi pendita
membawa tongkat hikmat
bersama sekeping azam yang menyelinap
membimbing anak-anak pribumi
yang terkapai-kapai dan hampir tersingkir
dengan penuh kesedaran
penuh keyakinan
maju bersama-sama mereka...

chinta waza
17/09/12 - 10.09pm...

Saturday, September 15, 2012

HUJAN DI KUALA TERENGGANU

HUJAN DI KUALA TERENGGANU

hujan di kuala terengganu

sama juga lebatnya
dengan hujan di kuala lumpur
maka usahlah kautanya
tenggelam atau tidak
lorong malam
ke rumahku yang terpencil

hujan di kuala terengganu

sama saja dinginnya
dengan hujan di kuala lumpur
maka usahlah kautanya
berselimut atau tidak
tubuh cintaku
dalam dakapan hangat
mimpiku yang entah ke berapa

hujan di kuala terengganu

sama saja lamanya
dengan hujan di kuala lumpur
maka usahlah kautanya
bilakah hujan itu reda
kerana kaupun tahu
setiap yang bermula
tentulah ada detik akhirnya...

chinta waza

14/09/2012 - 11.05pm
.

Wednesday, September 12, 2012

DI RUMAHMU KEKASIH

DI RUMAHMU KEKASIH

kekasih...
di tangga rumahMu kutafakkur sebentar
melepaskan lelah dari kembara yang amat jauh
lantas airmataku luruh satu-satu di hujung kaki
tompok-tompok dosapun
berhimpun bersama debu-debu kering
berhembus kencang menikam rasa

kekasih...
lalu kumasuki rumahMu
wajahku tersungkur syahdu di lantai usang
membilang janji-janjiku padaMu
telah terungkai di balik bicara dusta

kesetiaanku padaMu
punah di balik telekung
harga diri yang terbiar
dirobek angan zaman yang mentah

dan suara pilu ini
benih penyesalan pada mengingatiMu
sewaktu sejenak di rumahMu kekasihku.

chinta waza
12/09/12 - 01.10pm.