Followers

Carian Dalam Blog Ini

Sunday, January 20, 2013

PANDAN MENGKUANG

PANDAN MENGKUANG

Pelarian cinta itu,
Ada aksi birahi wajah ayu,
Namun seperti telah kaku,
Damaikan taman tema rindu,
Anjurkan simpati isi sayu,
Neluri dalam diri memasung sendu.

Memek muka pelarian cinta itu,
Egois yang memukau,
Nyaman penorama berpelangi ungu,
Garapkan awal liku sembilu,
Kembankan tangan di bidang bahu,
Untuk tatapan si mata kuyu,
Agar segera menatap lekuk di dagu,
Nantikan sore saat waktu beradu,
Genit pandan mengkuang itu durinya yang tahu.

Nukilan Pencinta Puisi,
Bayu.
Pulau Pinang.
150113.

BAHASA PERPADUAN

BAHASA PERPADUAN

Buangkan selimut kelabu
teguklah titisan segar embun
agar mampu kauhadapi panas mentari
gelegak menggigit setiap liang roma
dalam mengangkat kembali
pusaka silam.

semalam yang kelam
jadikan sejarah di sudut muzium
usah diulangi lagi kesilapan
bergelumang dalam selut yang hanyir
rangkullah mendung, semaikan benih budaya
agar bercambah bunga-bunga perpaduan
aromanya pasti menyegarkan
kelopak kesantunan bicara
peradaban bangsa

gilaplah permata kelam
bahasamu yang terpinggir
dari meniti bibir-bibir anak bangsa
yang lupa
asal usulnya
pahatlah di jiwanya
kebanggaan memiliki ketamadunan
bahasa yang pernah menjadi lingua franca
bahasa lambang perpaduan anak bangsa
bahasa yang dinobat sebagai bahasa kebangsaan
bahasa untuk semua bangsa Malaysia

ayuh kita belum terlambat
jika bersama-sama menobat angkat
darjatnya ke mimbar jiwa
bersatu bersepadu
bersekutu.

YHI
Segamat Johor

Buta

puisi tajuk: Buta
karya:penaluka kersani
3.30a.m
15 hb januari 2013
meja sepi...........TEMERLOH...

Aku merenung dalam kotak senja
tajammm..!!
Menikam jasad ke ubun-ubun bumi
mengorek jantung dengan jemari
menghilir darah di tepian hati
jambatan nadi usang hampir roboh
patah berdiri....

Bangunnnnn..!!!!
Bangunnnnnn..!!!
Bangunnnnnnnn.!!!
Bangunlah semangat anakanda...
Hari dah hampir senja
beras dah habis padi kekeringan hampa.

Bangunlah anakanda
sampai bila nak jadi buta
di halaman bonda............

DI BATAS SENDIRIAN TANPA TAMU

DI BATAS SENDIRIAN TANPA TAMU

wajah malam menyapa cahaya kusam
purnama gemerlap di langit jiwa
awan berarak tinggalkan
taburan hujan
hening malam yang mencengkam
ada limpahan cerita bertamu

resah di wajah itu bagai menjerut hati
namun
alam berteriak ceria
menumpang diri dalam tawa
hingga saat itu terlupa seketika
dalam menongkah seribu rahsia

saat diri tersesat di hujung pena
permainan kata bermula
langkah alunan dalam jemari
berdansa sama
keterbatasan aksara tiada
yang terkadang tersungkur
di batas sendiri

entah mengapa
lena malam sering bermimpi
jemari tertanggal lagi
tiada tamu sudi menyapa hari
sendirianku berdiam diri
mengemudi perasaan sendiri

UMMI MARSHEYTA
15/1/13
TAIPING
JAM 1.05pagi

Semoga kebah demam rindumu, padaku.

Semoga kebah demam rindumu, padaku.

Tidurlah sayang
tidurlah engkau di dalam dakapanku
bersama kita beradu
di suram kelam langit malamku,

tidurlah sayang
rehatkanlah minda basahmu itu
agar kering ubun-ubunmu
di kucupan mesra kasih dan sayangku,

tidurlah sayang
kebahkanlah demam rindumu itu
akan kutuam kehangatanmu
dengan belaian cintaku hanya buatmu,

dan ingatlah sayang
cintaku sudah tertulis namamu
tertawannya aku
usahlah engkau bimbang dan ragu.

Tak akan lari aku dari dakapan cintamu,
aku milikmu.

ss/spl/pm ... 15/01/2013.

Hati yang parah.

Hati yang parah.

Tersiat hati
terkupas bak kudis buta
kering
namun hapaknya berbau
menusuk kalbu
melantung tidak terhidu
terbangnya melayang
dibawa sang bayu
tiada haluan mahu dituju
tiada ribaan yang mahu
menyambut kelukaan hatiku,
teroleng-oleng sendirian
membelah awan yang biru
kian dimamah waktu
usainya terkedu.

Ahh! Parahnya hatiku.

ss/spl/pm ... 14/01/2013.

DEMAM

DEMAM

Saat keletihan
dingin dalam kepanasan
menyelubungi seluruh jasad
anggota seakan hilang upaya
berbahang bara
matanya kuyu layu
hilang keriangan yang terpancar
pudar bagai malam
tiada purnama

batuk menyerang bersahutan
dada sesak terhimpit
sesekali kahak pekat melompat
lega sesaat

hidung tersumbat
pernafasan tersekat menghambat.

dua kapsul paracetamol ditelan
walau pahit menekan
tekak menolak

dua camca madu dituang
melapangkan saluran pernafasan
agar tidak batuk bersahutan

terasa vakum
mengisi ruang minda
ilham tidak menjelma
ilham demam.

YHI
Segamat Johor
14012013

Lagu dan tarian kidung cintamu.

Lagu dan tarian kidung cintamu.

Lagukanlah aku
irama lagu dari kidungmu
agar aku tahu
betapa rindunya kamu
terhadap diriku,

dan kautarikanlah untukku
sebuah tarian
dari kidung kasih dan sayangmu,
di angin senja ia bertamu
di angin senja ia merayu.

Semoga kidungmu itu
mampu menampar keegoanku
yang semakin lalai dan leka
kealpaan
melupakan cintamu terhadap diriku,

di pantai rindu, menggetarkan hatiku.

ss/spl/pm ... 14/01/2013.

Senja ini

Senja ini

kasih
senja ini
hatiku berbisik
aku cinta kamu
sampai nafas yang terakhir...

Oh! Angin
perdengarkan
ke cuping hatinya
bahawa bisikan ini
sejak dari hari pertama
hati ini ditawan cintanya...

CNM, 14/1/13, THMK

~♥ Kabir sebuah percintaan ♥~

~♥ Kabir sebuah percintaan ♥~

Dengan denyutan nadiku
bersambung urat ke jantungmu
berdeguplah dengan alunan asmara
bersimbolik penuh dengan kimbah
yang tertera di benjan cinta
sehingga membuatmu kaku
dengan belaian atma
mengosek kata
berasmaradanta
mengiapkan pancarindera
kabir cintaku
untukmu senantiasa

Percayalah .....

~Nagam - Nukilan Pena Ilhamku - 14/01//2013

NETRA

NETRA

sebagai anak aku lari dari pesusuan sebelum waktunya
meminang tualang pada musim-musim gasal yang gagal
mengalirkan sungai-sungai dan hektaran sawah kering
dalam seruang kelakar yang disebut dengan kehidupan
tempat aku tak dibiarkan menerbangkan layang-layang
atau sekadar menyentil butir kelereng di pekarangan

aku kini di kota baja setelah lintasi kota tanpa tanda baca
mengakrabi suara knalpot, kepul asap pabrik dan bilangan
pada angka-angka, melempar dadu dan memanah nasib
wajah-wajah dengan berjuta lakon telah begitu cumbu
tapi aku semakin hilang wujud, separti pecah batu-batu

barang kali hanya rumahmu yang tak asing bagiku, ibu
jika aku mulai lagi rindu, aku ingin tidur dalam rahimmu

Cilegon, 2013

JUJURMU KEKECEWAANKU

JUJURMU KEKECEWAANKU

Kejujuranmu mengecewakanku
membunuh setiap kepercayaanku
yang sememangnya telah lama kuragui
dan kini semuanya seakan telah mati
dan terkubur di makam janji
tanpa jasad, tanpa tanda…tanpa apa-apa.

Katamu kaucuba berlaku jujur
bercerita padaku tentang segalanya
tanpa ada yang tersirat
namun kauterlupa pada fitrah
atau kausengaja melupakan sirah
setiap kata yang berlandaskan pembohongan
dan hanya bersandarkan kepuasan nafsumu
atau yang kauselindungkan dengan alasanmu
akan terserlah tanpa mampu kaumelindunginya
kerana kebathilan akan menampakkan wajahnya
bila yang hak mula menyusul.

Bibirmu terlalu bijak menutur kata
terlalu manis membina janji
mencipta berbagai keindahan
kononnya akulah segalanya
akulah nyawamu
dan akulah kehidupanmu
dan aku pun terlena
dalam susunan bicara indahmu
tanpaku sedar dan tanpa prasangka
dalam setiap huruf kata-katamu itu
kauselitkan dengan titik-titik racun berbisa
yang menjalari di segenap urat sarafku
melumpuhkan segala harapan impian
dan akhirnya aku yang tersungkur
dengan harga diriku kauinjak sesuka hatimu.

Pun di akhir kalimah kepalsuanmu
ada nyata yang cuba kunafikan
aku bukan sesiapa
bukan juga yang punya makna
pada diri apa lagi pada hatimu.

Dan kepalsuanmu semakin tersenyum!...

Qalam Bertinta
14012013
0901am

LESAP

LESAP

Lesap
jiwaku tersentak, temenung sejenak membaca
usai penghujung cerita, sayu dan sebak dada

yang lesap
milikku, milikmu, milik kita, milik bangsa
pusaka peninggalan moyang yang kita bangga
katanya bahasa dicurangi
katanya tanah berkurangan
katanya kuasa hilang
airmataku berlinang.

Sedih
bangsaku malang salah menumpang
padamu kami serah amanah
padamu kami galas harapan.

PPSMI kami tentang, kami ajak bincang
katamu itu bahasa maju, bahasa komunikasi tinggi
setanding luar negeri.

Tulisan jawi hilang,
katamu kita ada sekolah petang, jangan gusar jangan bimbang
boleh mengaji ada jawi.

Tinggal tanah kubur sekangkan kera
katamu kita bangun kita jana, kita usaha
tanah hilang siapa senang.

1983 masa gempar
katamu protokolnya menghalang usaha
kini tuding jari cari bebiri.

Pandang Timur, pandang Barat
kita ambil sekerat-sekerat, modal hangus kita tenat
hutang kita bertingkat-tingkat.

Budaya kerja kita susun
semua mahir kita himpun, teknologi perlu tinggi
atas bumbung tanam padi, semua tak menjadi.
Radioaktif bahan bahaya
orang tolak kita terima, bangsaku kebal belaka
semua dalam dilemma, kerana untung pertaruh nyawa.

Kita cuba projek tuna, sampai sekarang tidur lena.
Ternak udang apa kurang, hasil kurang bendang hilang.

Kita renung kita fikir
anda lebih mahir.

YHI
Segamat Johor
14012013

BANGKITLAH

BANGKITLAH

Bangkit bangkit bangkit
bangkitlah dari lena mimpi
bangkitlah dari dodoi selimut gebu
bangkitlah dari khayalan yang menggoda
bangkitlah dari menggenggam duka

Kebangkitanmu
wira juang anak bangsa
jangan lemah memeluk tubuh di penjuru masa
bahasamu diinjak, diperlekeh konon bukan bangsa maju
tidak layak diangkat martabat ke darjat perdana
kerana bukan bahasa komunikasi berteknologi tinggi
nilai ilmiah rendah, bahasa picisan pinggir kota
anakmu, bangsamu lebih betah berbahasa penjajah
wirid zikirnya lidah pecah

Kebangkitanmu
wira juang budaya bangsa
jangan sampai budayamu kelam kusam
budaya bangsamu akan padam tenggelam
mereka gulaikan budayamu dengan ramuan rempah asing
diceduknya budaya kuning
masyarakat bagai enau dalam belukar
tegur sapa hampir tiada
nasihat menasihati terasa janggal
tepi kain orang jangan personal

Kebangkitanmu
wira juang agama
jangan dikaburi akal minda dengan pangkat harta
jujurlah dengan ilmu, tegurlah jangan bisu
keliru kita pecah, buntu kita muzakarah
kembalilah bermuhasabah.

YHI
Segamat Johor
13012013

Taman kasih abadi.

Taman kasih abadi.

Taman ini taman hati
indah nian tidak terperi
cantik berbunga aroma mewangi
subur dan mekar debunga seni,

Taman ini taman suci
kembangnya cinta hanya sekali
walau berkasih berkali-kali
namun cinta belum betah menghuni,

Taman ini milik peribadi
akan kuhiasi jambangan murni
tidak terjarah tidak tersentuhi
hanya menunggu hadirmu pemilik hati.

Bermukim di dalam taman firdausi.

ss/spl/pm ... 13/01/2013.

Cerita Malam.

Cerita Malam.

Dan malam mula bercerita
tentang sunyinya malam tanpa bulan
tentang sepinya malam tanpa bintang
memagari angkasa yang gelita
cakrawalanya membisu - berdurja
tiada bingkisan balas dari dewi jelita.

Adakah rindu tidak menyapa
pawananya berlalu tidak berkata-kata
tidak menyinggah ke angkasa sana
di teratak kayangan dewi jelita
membisikkan kata bingkisan manja
yang malamnya semakin berduka nestapa.

Aduhai malam!
Angkasamu semakin gelita
dewimu pula
hilang entah ke mana
mungkinkah,
sudah melupakan cinta.

ss/spl/pm ... 13/01/2013.

Senja menyapa.

Senja menyapa.

Senja mula berlabuh
kelam berona gelita
setitik cahaya memancar balam
yang semakin kiam
dari kokokan unggas alam.

Tersentuh jiwa merasa
kedamaian mula menjelma
di senja ini
rindu menyapa
panggilan Tuhan di corong telinga.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah.

Syukurku ya Allah.

ss/spl/pm ... 13/01/2013.

Irama dan laguku.

Irama dan laguku.

Iramaku,
temponya mendayu
meruntun kalbu
saktinya rindu
kuiramakan sayu.

Laguku,
lagunya merdu
dambaan cintaku
pawana restu
kulagukan syahdu.

Kusyairkan buatmu,
kekasihku.

ss/spl/pm ... 13/01/2013.

itu ini

itu ini

bila lihat ke luar diri
itu ini
begitu begini
cuba sesekali
melihat ke dalam diri
apa yang perlu dibaiki
perbetul yang dah tak selari
luluhkan yang dah berdaki
baru suci...

CNM

Rindu

Rindu

rindu datang menari-nari
mengusik sendu hati
seperti mengejek rasa bersendiri
khayal akan si buah hati
yang pergi menyepi...

rindu bertamu menyanyi-nyanyi
mencuit pilu hati
seakan mempersenda rasa dikhianati
mengenang indah memori
ditinggal bersama janji tak pasti...

CNM