Followers

Carian Dalam Blog Ini

Loading...

Monday, May 13, 2013

CERITA DIA & 'DIA'

CERITA DIA & 'DIA'

Allah... (sambil meraup wajahnya dengan kedua telapak tangan)

Dia inginkan pertemuan itu, dia rindukan pertemuan itu, tapi bagaimana dia ingin menghadapi situasi itu. Mampukah dia? Mempamer senyuman untuk semua sedang hati berselirat seribu rasa.

Dalam debar rasa menunggu, petang yang mendamaikan dengan hembusan lembut sang bayu menyambut ketibaan 'dia'. Hatinya tak terkata.
Betulkah 'dia' itu?
Jelas di hadapan mata.
Insan yang sangat dia rindui.
Seingat dia inilah 'perang' yang paling lama antara dia dan 'dia'. Bagi dia segalanya telah hancur. Tidak mungkin dapat di bina lagi.
Ya Allah...serasa kaki ini tidak mampu untuk berdiri.
Tapi...tangannya ligat menggerakkan lensa untuk menutup segala rasa agar tidak terserlah di wajah.

Semakin kuat dia ingin lari daripada 'dia', akhirnya dia tetap kembali ke pangkuan 'dia'.
Allah... apakah ertinya semua ini.
Hikmah yang tersembunyi menuntut kesabaran yang tinggi untuk difahami, untuk sampai pada saat dan ketikanya.
Sungguh, kehidupan ini kita tidak pernah tahu apa yang menanti di hadapan.
Kita merancang dan kita merasakan itulah yang terbaik.
Ada juga ketikanya, kita terlalu mengikut kata hati yang dikuasai oleh emosi.

Langit yang membiru terbentang indah, seindah pertemuan petang ini meskipun aura dingin antara dia dan 'dia' dapat dirasai. 'Dia' tetap Si Kelicap yang berkicau riuh dan tampak comel seperti Si Mamat Anak Tupai teman baik dia di waktu petang. Sesekali apabila pandangan bertaut, rasanya menikam hingga ke hati.
Bertabahlah wahai hati!

......................................

Begitu pantas masa berlari
Lembayung jingga kian menghampiri.
Bayu dingin makin memeluk diri.
Sampai masanya untuk 'dia' pergi.
(Hati dia berkata... jangan pergi pahlawan hati)
Pertemuan sunyi hanya sampai di sini.

Saat 'dia' meluncur pergi
Seluruh diri dia turut pergi
Saat 'dia' hilang dari pandangan
Seluruh jiwa dia turut hilang

Kesannya; wajah 'dia' terakam di tubir mata, seolah tayangan tanpa henti. Parahnya sekeping hati!
Terima kasih, terima kasih hadir bersama Rose Putih dan Kelicap-Kelicap comel yang meriuhkan hati 'dia' yang keseorangan.

-11Mei2013-TeratakNakroboh- di petang yang indah-
DINIHARI ITU AKU SEDAR, AKU BERSENDIRIAN DALAM DUNIAKU SENDIRI.
DINGIN AIR MENYENTUH WAJAH MOGA DAPAT MEMBASUH HATI DIA DENGAN SIFAT REDHA DAN IKHLAS

No comments:

Post a Comment