Followers

Carian Dalam Blog Ini

Loading...

Sunday, June 2, 2013

AYAHKU GURU SILAT

AYAHKU GURU SILAT

saya berdiri bersama ayah,
pacak kaki di bumi;
bersumpah,
tidak akan menangis lagi.

badai bersifat mencorak merubah wajah,
menanam kesangsian;
setelah resah menuai badai pecah,
semua pun bukan datang bergolek semudah kemahuan;
ayahku guru silat berdarah muda merah,
berdiri di atas catatan sejarah kedamaian;
aku bukan perosak sebuah kejayaan berupa anugerah,
ayahku guru silat pandai bermain aksi tangan;
negara ini ayah kata tidak bersedia untuk dipaksa dijajah,
andai terlepas dari silat aksi tangan;
kita akan terpisah buat selama-lamanya dan parah,
saya berdiri di sini bersama bayang ayah yang ku rindukan;
musuh itu meniru aksi ayahku yang gagah,
guru silat seperti jerat yang tidak pandai melupakan;
anak muridnya tidur selepas bertarung dan kalah,
menyalahkan kegagalan;
sedangkan mereka tuntas berhujah,
ayahku guru silat bukan seorang gelandangan.

Bayu.
Semporna,Sabah.
010613.

No comments:

Post a Comment