Followers

Carian Dalam Blog Ini

Loading...

Monday, October 14, 2013

EPILOG ROMANTIKA BULAN JATUH KE RIBA

EPILOG ROMANTIKA BULAN JATUH KE RIBA
( puisi rindu putera-puteri SMKTAM buat bonda ASASI )

1
kami tarikan lenggang seri seribu lautan kasih
kami lagukan dendang seri seribu gunung harapan
kami hampari baldu sukma memateri pohon rasa
sesekali menyambut bonda pujangga mencemar duli dari kayangan
sesekali kembali santak bersila bersama menguliti teratak kenangan
sesekali mengintai padang permainan lama tertinggal kekontangan
masihkah bebunga segar menguntum
masihkah pepohon tegak merimbun
masihkah bebuah merah meranum
masihkah beburung bersiul tersenyum

2
Bonda,
daerah ini telah lama terpinggir sepi
daerah ini telah lena ternyenyak diulit mimpi
tiada lagi kartika mengerdip memayungi persada jiwa
tiada juga kejora berkerlip menghiasi mahligai bangsa
tiada juga mutiara berkilau mengimbasi dasar sastera
yang tertinggal cuma
sebutir cincin permata tersimpul mati di jari manis
alegori sepikasih seorang putera mahkota
yang terbakar tasik cinta
yang berdarah kolam rasa
yang mengalir sungai derita
sampai hati membiarkan puteramu
termanggu-manggu rindu

3
Bonda
daerah ini telah lama terpinggir sepi
daerah ini telah lena ternyenyak diulit mimpi
tiada lagi kartika mengerdip memayungi persada jiwa
tiada juga kejora berkerlip menghiasi mahligai bangsa
tiada juga mutiara berkilau mengimbasi dasar sastera
yang tertinggal cuma
sehelai cindai sutera melilit rasa di bibir pustaka
alusi sepikasih seorang ratu jelita
yang terbakar tasik cinta
yang berdarah kolam rasa
yang membanjir sungai derita
tergamak hati membiarkan puterimu
tersedu-sedu syahdu

iv
Mari
kita singkap tabir jendela dan mengikat kemas erti bahagia
kita tatang makna dari ramuan kasih yang sempurna
kita kutip tinta lara dari musim derita
kita karang manik-manik rasa
menjadi kalungan cinta bersama
yang tegar mengharungi zaman
yang mekar menghilir kemajuan
yang segar meniti perubahan
biar kelak anak-anakmu
petah menguntum bicara
kamilah bangsa yang berjiwa merdeka
kamilah warga yang berdarah budaya
kamilah putera puteri yang bergelar pendeta
bangsa yang berakar nasional berminda global

AB Airis Shah
23 April 1998
Desa Utara

No comments:

Post a Comment